Kepada Haliyora.id, Suraida bahkan mengaku sempat menangkap momen-momen dimana perkataan Muhlis menjadi viral di dunia maya.
“Saat itu, saya sempat mendengar, kalau ucapan yang disampaikan itu bahwa, yang merasa diri KTP Tobelo kemudian tinggal di Ternate silahkan berjualan, tapi kalau merasa diri KTP Tobelo terus hanya pulang pergi jangan, karena kita punya pasar kapasitasnya terbatas. Saya ingat betul ucapan itu,” kata Suraida mengutip pernyataan Muhlis Djumdil.
Menurutnya, selama 26 tahun berjualan di area pasar Gamalama, dia mengenal betul kepribadian sosok pejabat Kepala Dinas Perindag dari masa pemerintahan Walikota sebelumnya hingga sekarang termasuk Muhlis Djumadil.
“Saya langsung kaget, kalau pak Muchlis dinonaktifkan, kemudian saya mengingat pada saat kejadian itu yang merekam video hanya satu orang,” ungkap Suraida sambil menahan sedih.
Bagi Suraida maupun para pedagang yang menempati lokasi tersebut, Muhlis Djumadil adalah sosok abdi negara yang susah dicari. Selain suka bercanda dan baik hati, Muhlis juga kerap suka berdiskusi dengan para pedagang di waktu-waktu luang diluar jam kantor.
Namun tak disangka, video berdurasi 0,15 menit yang tersebar luas pada Minggu 28 Mei itu bikin buyar seketika, Muhlis dicopot dari jabatannya. (RUL-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!