“Masalah substansi adalah masalah sosial, anak-anak tidak ada pekerjaan, sehingga hanya mengonsumsi minuman keras dan membuat onar. Faktor tidak ada kerja ini, menyebabkan orang jadi orang bisa stres,” sebutnya.
Meskipun begitu, dirinya berharap masalah ini akan secepatnya teratasi karena sudah mendapat perhatian serius dari Pemkab dan aparat kepolisian.
Dia berharap, pertemuan ini dapat berdampak sehingga konflik antar pemuda di dua desa ini tidak berlanjut di kemudian hari. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!