Aidil menyebutkan, struktur PDRB Maluku Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2023 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Maluku Utara masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 32, 25 persen, diikuti oleh pertambangan dan penggalian sebesar 19,39 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,11 persen, perdagangan besar-eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,26 persen. Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Maluku Utara mencapai 75,01 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara triwulan I tahun 2023 terhadap triwulan I tahun 2022 mengalami pertumbuhan
sebesar 16,50 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 46,27 persen, industri pengolahan sebesar 36,39 persen serta pengadaan listrik dan gas sebesar 10,50 persen.
Dikatakan, pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara triwulan I tahun 2023 terhadap triwulan I tahun 2022 (q-to-q) tumbuh sebesar 2,15 persen (q-to-q). Kontraksi terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 14,98 persen.
“Kontraksi terdalam terjadi pada Komponen PMTB sebesar 57,95 persen, diikuti Komponen PK-P sebesar 38,62 persen, lalu PK-LNPRT serta PK-RT yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 4,26 persen dan 1,16 persen, serta Komponen impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran juga terkontraksi sebesar 12,82 persen,” sebut Aidil.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!