Sementara hal-hal yang berkaitan dengan kelistrikan, para siswa diberikan edukasi tentang bahaya listrik saat hujan serta cara agar mereka secara mandiri dapat meminimalisir bahaya dalam hal pengamanan listrik.
“Kami berharap penyaluran bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan para guru dan siswa di sini. Sehingga tidak ada lagi hambatan dalam proses belajar mengajar. Kemudian program ini, diharapkan pegawai dapat membangun engagement dengan penerima manfaat dan menghasilkan output yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, staf pengajar MTS hafidzul Qur’an dan MA Al Islah Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Ustad Irman mengaku, selama ini Ia dan 15 tenaga guru lainnya harus menggunakan metode mengajar manual. Mereka terkendala karena harus menyiapkan materi ajar yang tak sedikit bagi ratusan siswa di sekolah-nya. Dengan adanya bantuan infokus, mereka bias menyesuaikan materi dan media ajar sesuai dengan perkembangan digitalisasi dewasa ini.
“Karena belum ada proyektor atau infocus kami mengajar manual jadi ini juga kendala karena jumlah santri yang begitu banyak. Jadi, kami harus membuat media lebih banyak lagi, tapi dengan adanya bantuan ini saya kira akan meminimalisir hambatan kami dalam proses belajar mengajar. Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada pihak PLN yang sudah memberikan bantuan berupa proyektor, laptop dan printer, ini sangat membantu dalam rangka proses belajar mengajar. Di mana, saat ini sangat dibutuhkan digital ya. Jadi sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada pihak PLN. Semoga ini menjadi berkah bagi kami Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah begitu juga dengan PLN,” ucapnya.
Narahubung
M. Syaiful Ali
Manager Komunikasi dan TJSL
PLN UIW MMU
+62811-4322-332
ali.syaiful@pln.co.id

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!