Gabriel Ola, Penjagal Tiga Nyawa di Sula Divonis Mati

- Editor

Senin, 20 Maret 2023 - 14:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabriel Ola (34 tahun), terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Falabisahaya, Mangoli Utara, Kepulauan Sula, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sanana.

Gabriel Ola (34 tahun), terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Falabisahaya, Mangoli Utara, Kepulauan Sula, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sanana.

Vonis ini sesuai dengan apa yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dimana Gabriel Ola dituntut dengan pidana mati

Febrian Ramadhan, SH (Ketua Majelis Hakim PN Sanana)

Sanana, Maluku Utara- Gabriel Ola (34 tahun), terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Falabisahaya, Mangoli Utara, Kepulauan Sula, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sanana.

Vonis mati terhadap Gabriel Ola dijatuhkan Hakim PN Sanana dalam sidang putusan, Senin (20/3/2023).

Ketua majelis hakim PN Sanana, Febrian Ramadhan SH mengatakan, Gabriel Ola terbukti secara sah dengan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Karena itu, majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana mati.

“Vonis ini sesuai dengan apa yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dimana Gabriel Ola dituntut dengan pidana mati,” kata Febrian.

BACA JUGA  Baru 4 Bulan, Samsat Tikep Raup Pendapatan Rp 4 Miliar Lebih

Febrian mengatakan, perbuatan terdakwa merupakan perbuatan pembunuhan yang sangat sadis dan diluar batas kemanusiaan sehingga dapat menimbulkan hilangnya nyawa orang lain.

“Perbuatan terdakwa juga dapat mengakibatkan luka mendalam bagi keluarga korban,” ungkapnya.

Lanjutnya, perbuatan terdakwa juga mengakibatkan kedua anaknya kehilangan ibu mereka. Apalagi kedua anak tersebut, satunya masih berusia belia yang masih membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih sayang seorang ibu.

Berita Terkait

Pencoklitan Mulai Berjalan, Bawaslu Minta Dukcapil Halmahera Utara Terbuka Soal Data Pemilih
Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar
Sashabila Mus : Entaskan Sejumlah Masalah di Taliabu Maluku Utara Butuh Sentuhan Agamais
SMAN 1 Halteng Pungut Biaya Mobiler, Dikbud Maluku Utara : Itu Pungli
Personel Polres Halmahera Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Catut Nama Kajari Taliabu Maluku Utara, Penipu Minta Uang ke Kontraktor Beli Tiket Pesawat
Penting Mana, TPP Atau Dana Hibah Pilkada? Ini Kata Kepala BPKAD Morotai
SMAN 1 Halteng Bebankan Meja Kursi ke Siswa Baru
Berita ini 625 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 23:50 WIT

Pencoklitan Mulai Berjalan, Bawaslu Minta Dukcapil Halmahera Utara Terbuka Soal Data Pemilih

Senin, 24 Juni 2024 - 23:39 WIT

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Juni 2024 - 23:33 WIT

Sashabila Mus : Entaskan Sejumlah Masalah di Taliabu Maluku Utara Butuh Sentuhan Agamais

Senin, 24 Juni 2024 - 23:26 WIT

SMAN 1 Halteng Pungut Biaya Mobiler, Dikbud Maluku Utara : Itu Pungli

Senin, 24 Juni 2024 - 23:17 WIT

Personel Polres Halmahera Tengah Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Senin, 24 Juni 2024 - 17:31 WIT

Penting Mana, TPP Atau Dana Hibah Pilkada? Ini Kata Kepala BPKAD Morotai

Senin, 24 Juni 2024 - 16:22 WIT

SMAN 1 Halteng Bebankan Meja Kursi ke Siswa Baru

Senin, 24 Juni 2024 - 15:36 WIT

Polres Halmahera Tengah Ancam Pecat Anggotanya yang Terlibat Judi Online 

Berita Terbaru

ilustrasi Gaji ke 13

Headline

Gaji 13 Lima Mantan Komisioner KPU Morotai Belum Dibayar

Senin, 24 Jun 2024 - 23:39 WIT

error: Konten diproteksi !!