21 Hari Peduli Sampah Nasional dan Gerakan Pungut Sampah

- Editor

Sabtu, 25 Februari 2023 - 21:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hermin Koda (Generasi Kie Besi) 

Hermin Koda (Generasi Kie Besi) 

Untuk memperingatkan akan bahayanya sampah, penulis mengulas secara singkat sejarah asal mula HPSN yang diperingati pada 21 Februari. Bermula dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang mencanangkan untuk pertama kalinya, agar mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 silam. Dimana pada tanggal itu, sebuah tragedi yang mengenaskan telah merenggut 100 lebih nyawa manusia akibat sampah yang berubah menjadi mesin pembunuh. 

Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya, 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. 

BACA JUGA  Mana Lebih Baik, Memakai Calana Dalam atau Tidak Setelah Berhubungan Intim ?

Tragedi Leuwigajah memicu lahirnya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi. Sampah menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

National Geographic melaporkan, masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton setiap tahun. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. 

BACA JUGA  Nasib Petani dan Rebutan Makan

Berdasarkan laporan sebuah penelitian yang diterbitkan di Sciencemag pada Februari 2015 menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan, (tirto.id).

Berita Terkait

Demokrasi Semu dan Demokrasi Rasional
Demokrasi Idiot, Peta Jalan Baru Demokrasi Rasional (CAT)
Bau Itu Bernama Politik Busuk 
Pangan Lokal dalam Cengkraman Industri Tambang
Dahsyatnya Sedekah Subuh
Ibu, Tokoh Sentral Dalam Keluarga
Bertahta di Pohon Khuldi
Perempuan Dalam Bayang-bayang Industri Pertambangan PT IWIP
Berita ini 547 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 10:10 WIT

Tunggak Jasa Medis Rp 1 Miliar, Ini Penjelasan Dirut RSUD Ir. Soekarno

Rabu, 17 April 2024 - 22:30 WIT

Selain Windi, Ada Perempuan Lain yang Disebut di Sidang Kasus Suap AGK

Rabu, 17 April 2024 - 21:55 WIT

Maju di Pilbup Halsel, Putra Obi Ini Bidik Demokrat dan Gerindra 

Rabu, 17 April 2024 - 20:51 WIT

Pemkab Halsel Gratiskan Umroh Untuk 100 Imam Masjid, Anggarannya Rp 4 Miliar

Rabu, 17 April 2024 - 20:35 WIT

Soal Akun SIPD Pemprov Malut Diblokir Kemendagri, DPRD Berbeda Pandangan

Rabu, 17 April 2024 - 19:32 WIT

Kadisdik Halsel Klaim 24 Ruang Kelas Sekolah Ala Rusia Tuntas 100 Persen

Rabu, 17 April 2024 - 18:11 WIT

Mislan Syarif, Kandidat Balon Bupati Pertama yang Daftar di Partai Gerindra Taliabu

Rabu, 17 April 2024 - 18:04 WIT

AGK Akui Minta Dinas PUPR dan BPBJ Atur Menangkan Kian di Proyek Halut

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!