Abdulah sendiri juga mengungkapkan, realisasi produksi dan penjualan perikanan tangkap pada triwulan I 2023 dan prospek pada triwulan II 2023.
“Yang berada di lima pelabuhan yakni Morotai, Tobelo, Ternate, Tidore, Bacan dan PPN Ternate, untuk jumlah produksi di enam pelabuhan pada tahun 2022 sebesar 15.395,792 ton, jumlah produksi Januari 2022 sebesar 1.415,472, sedangkan untuk jumlah produksi Januari 2023 sebesar 1.114,410,” kata Abdullah.
Dia juga menjelaskan, untuk pemasaran domestik tahun 2022 tersebar di 18 Provinsi di seluruh Indonesia. “Total volume pengiriman domestik tahun 2023 sebesar 16,319 ton dengan total nilai pengiriman domestik sebesar Rp.565.082.050,093,” beber Abdullah.
Selanjutnya, sambung Abdullah, untuk ekspor ke luar negeri tersebar ke enam negara yakni Amerika Serikat, Singapore, Korea, Vietnam, Filipina dan Thailand, dengan total volume pengiriman ekspor 568,628 Kg, dengan total nilai pengiriman ekspor mencapai Rp76.200.717.526.
“Perkembangan ekspor dari tahun 2019-2022, volume ekspor dari tahun 2021 ke 2022 mengalami peningkatan sebesar 21,7 persen. Sedangkan volume ekspor 2022 lebih kecil dibandingkan 2019. Namun jika dibandingkan dari nilai produksi ekspor maka 2022, nilai produksi lebih tinggi,” tutur Abdullah.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!