Nilai konsumsi ikan per kapita melampaui target 62,30 dengan realisasi 78,24. PDRB sektor perikanan target hanya terealisasi 5,45 dari 7,50 yang ditargetkan.
“Luas wilayah konservasi yang disahkan dari target 60.000 realisasi 667.681,25. Untuk cakupan pengawasan wilayah laut sampai 12 mil dari IUU illegal fishing kegiatan yang merusak sumber daya kelautan realisasi 30 dari target 50,” lanjutnya.
Sementara untuk tahun 2022, Indikator Kinerja Utama (IKU) perikanan tangkap untuk kinerja produksi perikanan tangkap terealisasi 378,111 dari 356,520 ton. Nilai tukar nelayan mencapai angka target 105,90 dari 105,40 yang ditargetkan. sedangkan nilai ekspor perikanan mencapai 5,010 juta dari target empat juta USD.
Sementara itu arah kebijakan berbasis komoditi seperti tuna, cakalang dan tongkol tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara. Untuk udang vaname berada di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halsel, Tikep dan Halbar. Sedangkan untuk budidaya rumput laut berada di daerah Morotai, Halbar, Halsel dan Pulau Taliabu.
“Ada beberapa Kabupaten dan Kota itu memiliki arah kebijakan yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!