BPS Catat Inflasi Januari 2023 Disumbang Kenaikan Harga Cabai

- Editor

Senin, 9 Januari 2023 - 20:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono

Tidore, Maluku Utara- Kementerian Dalam Negeri RI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendali Inflasi Daerah. Rakor yang dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Daerah se Indonesia secara virtual, Senin (09/01/2023). Rapat tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengendalikan inflasi tahun 2023.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Taher Husain, mewakili Kepala Daerah Tikep mengikuti Rakor itu melelui zoom metting di ruang rapat Walikota Tikep.

Turut hadir dalam rakor secara virtual tersebut antara lain, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tidore Kepulauan, M. Nasir A Rahman, serta pimpinan OPD terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di kesempatan tersebut, Tito Karnavian menyampaikan tantangan ekonomi dan inflasi menjadi permasalahan global.

Dikatakan, harga barang dan jasa di negara-negara Eropa naik, begitu pula di negara-negara lainnya, sehingga diberlakukan penghematan energi di saat musim dingin seperti saat ini.

“Secara rill kita ketahui bahwa angka inflasi nasional sangat ditentukan oleh kerja pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah. Peran pemerintah daerah sangat penting dan terbukti kita lihat di bulan September inflasi kita mencapai 5,9 persen, dan pada bulan Oktober turun menjadi 5,7 persen. Bank Indonesia memperkirakan akan terjadi penurunan sedikit di bulan November, ternyata bisa turun sampai ke angka 5,42 persen,” papar Tito.

BACA JUGA  Bahas Ranwal RPJMD Kota Ternate, Ini Penjelasan Ketua DPRD

Tito menambahkan, di akhir tahun 2022, Badan Pusat Statistik merilis angka kenaikan sedikit yaitu 5,51 persen.

“Hal ini terjadi karena ada perayaan Natal dan Tahun Baru, meskipun begitu, kerja pemerintah tidak sia-sia, masalah stabilitas harga bahan pangan, barang jasa dan kenaikan harga itu menjadi isu yang paling utama, terutama di masyarakat bawah. Olehnya itu, Presiden meminta kepada kita semua untuk mendukung dan konsisten mengendalikan harga barang dan jasa yang kita sebut dengan indikator inflasi,” ucap Tito Karnavian.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono dalam rakor tersebut memaparkan, ada empat hal yang berpengaruh pada inflasi tahun 2022, yaitu pemulihan pandemi covid-19 yang mengakibatkan ketidakseimbangan supply-demond memicu kenaikan harga komoditas, konflik geopolitik yang menyebabkan terganggungnya rantai pasok terutama untuk pangan dan energi, adanya inflasi yang cukup tinggi di beberapa negara, sehingga dilakukan pengetatan keuangan dengan meningkatkan tingkat suku bunga yang memicu capital outflow dari negara berkembang, dan tekanan inflasi global.

BACA JUGA  Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Hutan Halmahera

“Perekonomian global mengalami sejumlah guncangan sepanjang tahun 2022, berakibat pada tertahannya pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Data peristiwa 2022 dijadikan sebagai upaya mengendalian inflasi di tahun 2023,” papar Margo.

Untuk potensi inflasi di bulan Januari 2023, sambung Margo, terpantau dari indikator perubahan harga sampai minggu pertama Januari 2023, komoditas-komoditas yang menyumbang kenaikan harga di antaranya, cabai rawit di 81 kabupaten/kota, beras di 72 kabupataen/kota, cabai merah di 65 kabupaten/kota, kemudian bawang merah di 56 kabupaten/kota, daging ayam ras di 55 kabupaten/kota dan minyak goreng di 39 kabupaten/kota.

“Adapun upaya pengendalian harga komoditas, yakni memperkuat pengelolaan stok, terutama pada komoditas volatile foods, menjaga ketersediaan komoditas pangan yang dihasilkan dari luar daerah melalui kerjasama pengadaan pasokan antar provinsi, serta menciptakan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor bahan pangan dengan menciptakan barang subtitusinya,” ujarnya.

Margo juga menyebutkan terdapat dua daerah yang inflasinya rendah yaitu Provinsi Banten sebesar 4,56 persen dan Kabupaten Buleleng di Bali yaitu 4,63 persen. “Sementara inflasi daerah yang paling tertinggi adalah Kabupaten Kota Baru di Kalimantan yang mencapai 8,65 persen,” pungkasnya. (YH-1)

Berita Terkait

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran
Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen
Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 
Harga Rica dan Tomat di Sula Merangkak Naik H-2 Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda
Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate
Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 16:50 WIT

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Jumat, 12 April 2024 - 20:28 WIT

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 April 2024 - 19:58 WIT

Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 

Minggu, 7 April 2024 - 19:32 WIT

Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda

Sabtu, 6 April 2024 - 22:27 WIT

Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate

Sabtu, 6 April 2024 - 22:10 WIT

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga

Sabtu, 6 April 2024 - 22:02 WIT

Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame

Jumat, 5 April 2024 - 21:05 WIT

Buka Musrembang, Bupati Halsel : Proyeksi Pembangunan Infrastruktur Pakai 4 Metode Ini

Berita Terbaru

Wisata Pantai Jikolamo

Food & Travel

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Sabtu, 13 Apr 2024 - 16:50 WIT

Ilustrasi Inflasi

Ekobis

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 Apr 2024 - 20:28 WIT

error: Konten diproteksi !!