Kadisperindag Ternate Ungkap Praktik Tak Becus Pedagang di Pasar Bahari Berkesan

Ternate, Maluku Utara- Aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah terkait relokasi para pedagang di kawasan belakang Mall Jatiland, Kamis 27 Oktober, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Perindag Kota Ternate, Muchlis Djumadil

Muchlis mengatakan, Pemerintah Kota Ternate sudah menyiapkan tempat bagi para pedagang yang akan direlokasi itu. Tempat yang disediakan ini berada di dalam pasar Bahari Berkesan III. Kata Muchlis, setelah Bahari Berkesan III didata, ternyata ada 100 tempat yang masih kosong. Ratusan tempat yang kosong ini nantinya ditempat para pedagang dari kawasan belakang Mall Jatiland yang direlokasi itu.

BACA JUGA  Pelaku Usaha di Ternate Lakukan Penyesuaian Izin Melalui OSS-RBA

Ia mengungkapkan, dari sekian pedagang di Kota Ternate, para pedagang yang menempati kawasan belakang Mall Jatiland adalah pedagang tidak tetap. Pedagang tidak tetap ini hanya berjualan dari pagi hari sampai sore saja.

“Sementara pedagang tetap sudah memiliki tempat yang sudah disediakan di dalam Pasar Bahari Berkesan III, tetapi setelah diselidiki ada pedagang tetap yang berjualan di belakang Mall Jatiland,” kata Muchlis, (27/10/2022).

Muchlis menyebutkan para pedagang tetap yang berjualan di luar itu setelah diselidiki ternyata ada praktik yang tidak wajar, seperti ada pedagang besar (pemodal besar) yang memberikan tempat ke pedagang kecil di luar dengan tujuan supaya pedagang kecil ini membeli barang kepada mereka.

BACA JUGA  Proyek Jalan Tani Belum Tuntas, Warga 2 Desa di Halut ‘Sandera’ Alat Berat Milik Distan Malut

“Jadi setelah diselidiki tindakan pedagang besar itu, kita biarkan saja, karena sehari dua pedagang ini sudah digeser ke dalam, sebab akan dilakukan pembangunan di di belakang Mall Jatiland,” ucapnya.

Ia juga membeberkan, ada sebanyak empat pedagang besar yang bermain di area itu. Empat pedagang ini akan dipastikan tidak lagi memiliki tempat, karena sudah melanggar aturan dan itu sudah berulang kali.

“Jadi pedagang yang di dalam yang kemudian keluar berjualan di luar itu sengaja ribut bahwa dengan berjualan di dalam jualannya tidak laku,” tandasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah