Sofifi, Maluku Utara- Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara (Malut) menyebut praktik gratifikasi yang acap kali terjadi di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Malut bukan barang baru.
Hal ini diungkap Kepala BPK Malut, Marius Sirumapea, pada rapat bersama dengan Gubernur dan jajaranya di Aula Nuku Selasa (4/10/2022) kemarin.
Marius membeberkan, selama ini Pokja di BPBJ selalu melakukan proses tender di rumah dan jarang sekali dilakukan di kantor. Kata dia, proses pelelangan seperti itu harus dipertanyakan.
“Jika proses pelelangan seperti itu berarti melahirkan kontraktor abal-abal, sehingga kualitas bangunan juga dijamin 100 persen bermasalah,” timpal Marius.
Sementara hal yang sama juga diakui Kepala BPBJ Malut, Kadri La Ice, saat dikonfirmasi Haliyora. Kata pejabat yang baru dilantik beberapa waktu lalu itu, memang apa yang diungkap BPK Malut soal dugaan gratifikasi di tubuh Biro yang dipimpinnya itu ada benarnya, akan tetapi itu berlangsung di masa pejabat BPBJ sebelum dia.
Untuk menghindari peluang gratifikasi baik antara pihak kontraktor dan Pokja, Kadri mengaku telah melakukan rapat bersama dengan jajarannya. Di dalam rapat tersebut, dirinya menginstruksikan kepada seluruh jajaran di BPBJ agar saat ini dan seterusnya harus berkantor di Sofifi, tidak lagi di rumah.
“Jadi mulai sekarang mereka sudah harus bekerja di Sofifi, tidak boleh lagi bekerja dari rumah,” kata Kadri La Ice, Rabu (5/10/2022).
Saat ini, lanjut Kadri, organisasi yang dipimpinnya itu sudah diisi oleh personil baru hasil rolling yang dilakukan baru-baru ini. Perombakan organisasi ini bertujuan untuk penyegaran birokrasi yang tentunya juga mempertimbangkan jabatan fungsional dan Pokja yang ada.
Kadri menambahkan, untuk menjawab tuntutan KPK dan BPK, Kamis 6 Oktober besok, pihaknya akan melauching program BPBJ Maluku Utara menuju akreditasi dalam rangka mencapai seterlof leksenc.
“Insya Allah hari besok saya akan melaucing program BPBJ Maluku Utara menuju akreditasi dalam rangka mencapai chunter of exelence. Ke depan, dengan adanya aplikasi ini diharapkan semua masalah bisa di selesaikan,” tutup Kadri. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!