Halsel, Maluku Utara- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik meminta Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bersikap netral (independen) melakukan asesmen (screening) kepada peserta Cakades di 16 desa yang tersebar di 9 kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Halsel, Usman Sidik, di hadapan peserta Cakades dan panitia Pilkades di aula kantor Bupati, Senin, (12/9/2022).
Usman mengatakan, panitia harus independen, tidak dibolehkan memihak Cakades yang sementara mengikuti asesmen tes tertulis dan wawancara.
“Pemda dan panitia tidak melihat cakades siapa dia dan hubungan dekat dengan kita baik keluarga maupun teman. Karena asesmen ini harus independen tidak memihak, intinya berlaku netral, karena tujuan asesmen ini melihat kemampuan peserta cakades terbaik yang betul memahami inflasi desa dalam pengelolaan dana desa nantinya ketika terpilih sebagai kepala desa,” tegasnya.
Menurut Usman, kepala desa harus paham betul persoalan inflasi maupun ketidakstabilan kondisi ekonomi di desanya. Ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan dana desa demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Cakades harus paham inflasi desa, bagaimana belanja modal, barang dan jasa serta program penggunaan dana desa dalam APBDes. Untuk intervensi inflasi di desa, karena kades itu seperti presiden, menteri, gubernur dan bupati, makanya cakades harus mengikuti perkembangan kemajuan dan keterpurukan ekonomi di Indonesia,” pintanya.
Tak ada halangan, Bupati Usman juga dijadwalkan bakal tampil menguji Cakades dalam sesi wawancara yang akan berlangsung hari ini, Selasa (12/9/2022) pukul 09.30 WIT di aula kantor Bupati.
“Saya akan tampil terlibat memastikan kemampuan peserta cakades, tes wawancara nanti saya ikut menguji para cakades dengan tiga pertanyaan, saya sudah siapkan pertanyaan jika peserta yang tidak mampu jawab sudah pasti langsung di cek list dan itu akan tidak lolos,” tandasnya.
Diketahui, sebanyak 105 peserta Cakades dari 16 desa di 9 kecamatan mengikuti screening. Para Cakades ini yaitu Desa Labuha dan Amasing masing-masing sebanyak 7 Cakades, Hidayat sebanyak 6 Cakades, Tomori sebanyak 8 Cakades, Kaputusang sebanyak 6 Cakades, Mandaong sebanyak 8 Cakades, Kubung sebanyak 7 Cakades.
Selanjutnya dari Desa Bajo, Galala, Sekly, Nusababullah, dan Tawa, masing sebanyak 6 Cakades. Kemudian Desa Silang sebanyak 8 Cakades, lalu Desa Tabapoma, Wayamiga, dan Wayaloar di Kecamatan Obi Selatan, masing-masing sebanyak 7 Cakades. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!