Wali Kota Ternate Sampaikan APBD Perubahan, Realisasi Pendapatan Semester I Capai 43 Persen Lebih

Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kota Ternate telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan tahun 2022 melalui rapat Paripurna bersama dengan DPRD Kota Ternate, Senin, (12/09/2022).

Dalam rapat RAPBD itu, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman menyampaikan Rancangan APBD Perubahan Kota Ternate Tahun 2022 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022.

Dalam APBD Tahun 2022 telah ditetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp 1.010.373.921.078 dan realisasinya sampai dengan triwulan II/semester I Rp 443.558.430.528,51 atau mencapai 43,90 persen.

Dikatakan, realisasi pendapatan daerah pada semester pertama pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 126.305.231.487 dan baru teralisasi sebesar Rp 47.185.746.037,51 atau sekitar 37,36 persen per semester pertama.

“Sementara, untuk alokasi pendapatan transfer tahun 2022 ditargetkan sebesar Rp 880.370.896.011, dan sampai semester I terealisasi sebesar Rp. 396.372.684.491 atau mencapai 45,02 persen. Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 3.697.793.580,” jelasTauhid.

BACA JUGA  Kadis PUPR Taliabu “Tagate” di Proyek MCK Fiktif

Tauhid menyebutkan, estimasi perubahan pendapatan daerah berdasarkan capaian realisasi sampai dengan semester pertama serta proyeksi hingga akhir tahun 2022 terdapat beberapa komponen pendapatan daerah yang dipandang perlu untuk ditingkatkan maupun secara realistis diturunkan target pendapatannya.

Disampaikan, dalam APBD Perubahan 2022 pada sisi pendapatan daerah secara umum diproyeksikan sebesar Rp 1.006.456.200.534, dibandingkan target APBD murni tahun 2022 sehingga menjadi Rp 1.010.373.921.078, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 153.737.510.943, pendapatan transfer sebesar Rp 849.020.896.011 dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 3.697.793.580.

Tauhid menjelaskan dalam APBD Tahun 2022 telah ditetapkan target belanja daerah sebesar Rp. 1.010.373.921.078, dan realisasinya sampai dengan semester I mencapai Rp. 356.878.280.553.

“Adapun realisasi total belanja, yakni belanja operasi pada tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 783.009.563.846, sampai dengan semester satu telah realisasi sebesar Rp 315.083.600.441, dengan rincian, belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp 205.707.820.579, belanja barang dan jasa telah terealisasi sebesar Rp 102.563.222.862, belanja hibah telah terealisasi sebesar Rp 5.460.757.000 dan belanja bantuan sosial telah terealisasi sebesar Rp 1.351.800.000,” rinci Tauhid.

BACA JUGA  Pak Dokter dan Staf Tanpa Busana Digrebek Istri di Sula

Sementara, sambungnya, belanja modal pada tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp 199.864.357.232, sampai dengan semester I telah terealisasi sebesar Rp 27.213.838.912, dengan rincian, belanja modal terealisasi sebesar Rp 13.326.623.753, belanja modal peralatan dan mesin terealisasi sebesar Rp 2.904.790.995, belanja modal gedung terealisasi sebesar Rp 4.587.670.838, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi terealisasi sebesar Rp. 6.394.753.326.

“Juga belanja tidak terduga yang dianggarkan sebesar Rp 27.500.000.000 sampai dengan semester I telah terealisasi sebesar Rp 14.580.841.200,” sebutnya.

Sedangkan pada sisi kebijakan umum perubahan belanja daerah, lanjut Tauhid, pada belanja operasi sebesar Rp 813.029.777.618, belanja modal Rp 188.411.466.421, dan belanja tidak terduga sebesar Rp18.500.000.000. Total anggaran belanja tahun 2022 sebesar Rp 1.019.941.244.039.

“Sehingga presentasi pada belanja operasi APBD 2022 menyerap anggaran 79,71 persen, belanja modal menyerap anggaran 18,47 persen, dan belanja tidak terduga menyerap anggaran 1,81 persen,” pungkasnya. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah