Sofifi, Maluku Utara- Fraksi Partai Demokrat di DPRD meminta kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara agar lebih intens mendorong 4 (empat) Daerah Otonomi Baru (DOB) yang telah diusulkan ke pemerintah pusat.
Ke 4 DOB ini masing-masing DOB Obi di Halmahera Selatan, DOB Sofifi di Tidore Kepulauan, DOB Galda (Galela-Loloda) di Halmahera Utara, dan DOB Wasilei di Halmahera Timur.
“Kami Fraksi Demokrat meminta kepada gubernur agar segera menyampaikan hal ini ke Presiden Joko Widodo,” pinta anggota Fraksi Demokrat, Jasmin Rainu, pada saat menggelar salah satu agenda paripurna di di kantor DPRD, Rabu (7/9/2022).
Menurut Jasmin, ke-empat DOB di Provinsi Maluku Utara yang sudah diusulkan itu sejauh ini jalan di tempat, padahal telah diusulkan sejak lama. Sayangnya, sebagai salah satu provinsi yang turut berkontribusi besar bagi pendapatan negara, apa yang menjadi usulan tersebut justru tidak direalisasikan oleh pemerintah pusat di Jakarta.
“Jadi ada empat daerah di Malut yang sudah diusulkan, tapi sampai sekarang tidak terealisasi, sementara Pemprov Malut memiliki kontribusi di sektor pendapatan sangat luas biasa, tapi tidak didengar oleh pemerintah pusat,” sesalnya.
Di hadapan Gubernur, anggota DPRD dua periode itu lantas menegaskan jika usulan empat DOB tersebut tidak dihiraukan pemerintah pusat, alangkah baiknya Maluku Utara keluar dari NKRI.
“Kalau pemerintah pusat tidak menghiraukan lebih baik Maluku Utara keluar dari NKRI,” tegas Jasmin bernada mengancam.
Jasmin juga mempertanyakan mengapa hanya DOB di Provinsi Papua yang menjadi prioritas pemerintah, padahal status Maluku Utara juga sama dengan Papua.
“Kenapa hanya Papua yang menjadi prioritas pemekaran DOB di seluruh Indonesia, padahal status kita sudah sama, ini tidak adil, olehnya itu kita harus melawan, jangan karena di Papua ada separatis sehingga Pempus penakut,” singgungnya.
Di sisi lain, pernyataan anggota Fraksi Demokrat, Jasmin Rainu, yang meminta Provinsi Maluku Utara keluar dari NKRI jika usulan empat DOB tidak direalisasikan pemerintah pusat mengundang kecaman dari anggota DPRD Malut lainnya. Adalah politisi NasDem, Ishak Naser, yang meminta agar Jasmin menarik pernyataannya itu.
Menurut Ishak, pernyataan Jasmin ini terlalu rasis bahkan menimbulkan perpecahan. “Pernyataan yang disampaikan oleh Fraksi Demokrat bahwa akan keluar dari NKRI, peryataan tersebut harus ditarik karena rasis dan bisa menimbulkan perpecahan,” sindirnya. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!