Halsel, Maluku Utara- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Muhammad Ichwan Iskandar Alam menyebut data korban hilang KM. Cahaya Arafah yang karam di perairan Tokaka 18 Juli lalu sebanyak 13 penumpang. Pernyataan Kaban BPBD Halsel ini sekaligus mengklarifikasi data jumlah penumpang hilang yang sebelumnya dikeluarkan oleh Camat Gane Barat Utara, Abdul Razak Hi. Daiyan yaitu sebanyak 11 penumpang.
“Patokan data manifest penumpang hilang itu sebanyak 13 orang dalam tragedi tenggelamnya KM. Cahaya Arafah sesuai yang dikeluarkan Basarnas,” jelas Muhammad Ichwan, Kamis (21/7/2022).
Ichwan mengatakan, jumlah korban hilang sebanyak 13 orang, 10 di antaranya sudah ditemukan tim SAR Gabungan.
“Jadi, sampai sekarang data korban belum ditemukan sebanyak tiga orang masih dalam pencarian, karena tim SAR gabungan baru berhasil menemukan 10 orang korban, jasadnya sudah dievakuasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Ichwan, data korban hilang disampaikan Camat Gane Barat Utara itu belum dapat dibenarkan karena pihaknya masih berpatokan data manifest yang dikeluarkan Basarnas yaitu 13 orang.
“Data korban hilang disampaikan Camat Gane Barat Utara itu belum dapat dibenarkan, karena kami masih berpatokan data manifest penumpang hilang dari Basarnas yaitu tercatat 13 penumpang hilang,” tandasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data manifest kapal KM Cahaya Arafah yang dihimpun haliyora.id, tercatat sebanyak 11 penumpang hilang, 10 korban jasadnya sudah dievakuasi tim SAR Gabungan, tersisa satu korban lagi yang belum ditemukan yaitu Mikaila Ismit, bocah berusia 4 tahun asal Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga.
Data ini berbeda dengan data yang dirilis Tim SAR Gabungan pada hari ke empat pencarian korban hilang per Kamis 21 Juli 2022, yang menyebut sedikitnya ada 13 penumpang yang hilang. Dari 13 orang tersebut, 10 orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, sementara 3 orang lainnya belum ditemukan. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!