Pemkot Ternate Akan Bentuk Satgas Penanganan PMK

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022 - 01:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala BPBD Kota Ternate, Ichsan Hamzah. Foto: Istimewa

Plt Kepala BPBD Kota Ternate, Ichsan Hamzah. Foto: Istimewa

Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kota Ternate dalam waktu dekat akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota terkait pembentukan Satgas penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Ternate, Muhammad Ichsan Hamzah mengatakan, SK yang akan dikeluarkan ini adalah bagian dari menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) RI Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Daerah.

“Kita sudah laporkan kepada Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, sehingga diperintahkan untuk secepatnya menyiapkan regulasi untuk menerbitkan SK-nya,” kata Ichsan begitu dikonfirmasi di Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (14/07/2022).

Ia menyampaikan, setelah SK tersebut dikeluarkan, selanjutnya akan mengundang pihak-pihak yang terlibat seperti Balai Karantina Hewan, Dinas Kesehatan Kota Ternate, TNI/Polri serta beberapa instansi lainnya untuk mengadakan rapat program kerja.

Ichsan menyebutkan, Kota Ternate sangat rentan terhadap penyebaran PMK, karena Kota Ternate merupakan pintu masuk ke Maluku Utara, sehingga perlu adanya antisipasi terhadap penyakit PMK tersebut. “Untuk kasus PMK sejauh ini belum ada, kita berharap tidak ada,” ucapnya.

BACA JUGA  Penandatanganan Kerja Sama Pemda Morotai Dengan 7 Kampus, Unkhair Ternate Jadi Tuan Rumah

Meski begitu, sambung Ichsan, apabila ada hewan ternak sapi maupun kambing yang terinfeksi maka akan dilakukan penyembelihan secara paksa.

Penyembelihan secara paksa hewan ternak ini memiliki insentif harga yang berbeda, misalnya hewan ternak sapi yang berusia di bawah tujuh tahun dengan insentif sebesar Rp 7 juta, sementara di atas tujuh tahun sebesar Rp 10 juta.

“Jadi insentif penyembelihan secara paksa ini kalau hewan ternak sapi maupun kambing, yang jelas insentifnya berbeda, tapi itu nanti kita lihat ketersediaan anggaran,” pungkasnya. (Arul-2)

Berita Terkait

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran
Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen
Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 
Harga Rica dan Tomat di Sula Merangkak Naik H-2 Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda
Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate
Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 16:50 WIT

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Jumat, 12 April 2024 - 20:28 WIT

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 April 2024 - 19:58 WIT

Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 

Minggu, 7 April 2024 - 19:32 WIT

Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda

Sabtu, 6 April 2024 - 22:27 WIT

Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate

Sabtu, 6 April 2024 - 22:10 WIT

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga

Sabtu, 6 April 2024 - 22:02 WIT

Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame

Jumat, 5 April 2024 - 21:05 WIT

Buka Musrembang, Bupati Halsel : Proyeksi Pembangunan Infrastruktur Pakai 4 Metode Ini

Berita Terbaru

Wisata Pantai Jikolamo

Food & Travel

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Sabtu, 13 Apr 2024 - 16:50 WIT

Ilustrasi Inflasi

Ekobis

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 Apr 2024 - 20:28 WIT

error: Konten diproteksi !!