7 DPC Disebut Minta Muhaimin Syarif Dipecat dari Ketua Partai Gerindra Maluku Utara

Sofifi Maluku Utara- Internal Gerindra Maluku Utara (Malut) rupanya mulai bergejolak, tujuh (7) DPC Partai Gerindra di Malut meminta DPP Partai Gerindra agar segera memecat Muhaimim Syarif dari Ketua DPD Gerindra Malut lantaran diduga terlibat skandal fee proyek Masjid Raya Shaful Khairaat, Sofifi.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku Utara, Syachril Marsaoly, melalui konfrensi pers di kediamannya di Kelurahan Kota Baru, Ternate, Rabu (29/6/2022) tadi, menegaskan agar DPP Gerindra segera memecat Muhaimin secepatnya.

“Saya atas nama pribadi yang sudah bergabung dengan Gerindra sejak 2019, termasuk 7 DPC Gerindra lainnya meminta kepada DPP agar mengevaluasi saudara Muhaimin Syarif,” tegas Syachril Marsaoly.

Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu menyebutkan, deretan kesalahan yang dibuat oleh Ketua DPD Partai Gerindra Malut itu sangat banyak, mulai dari kasus bantuan sosial Covid-19, perselingkuhan, kasus 23 IUP dan yang terbaru, meminta free proyek Masjid Raya Sofifi.

“Dari deretan kasus yang dia buat ini, sangat merugikan Partai Gerindra, apalagi Pemilu 2024 sudah mulai dekat, ini tentu berdampak pada Pilpres, Pileg, juga Pilgub. Olehnya itu, DPP segera mengambil tindakan,” pintanya.

BACA JUGA  Lirik Tata Kelola Pariwisata, DPRD Buton Kunker ke Ternate

Syachril juga mengklaim, pengurus Partai Gerindra di Maluku Utara tak menjamin jika Muhaimin tetap dipertahankan dari ketua Partai Gerindra Malut. Sebab, masalah yang menyeretnya itu tentu sangat berdampak pada pemilu mendatang.

“Sehari dua ada masalah yang akan timbul jika saudara Muhaimin Syarif dipertahankan, maka dipastikan pak Prabowo Subianto kalah di Maluku Utara, dan kursi Gerindra di pastikan akan berkurang,” katanya.

Syachril membeberkan, dari semua akumulasi masalah yang dilakukan Muhaimin Syarif, ini juga telah melanggar AD/RT partai, salah satunya adalah yang bersangkutan telah dua kali mencoreng nama partai, sehingga masalah ini akan digiring ke mahkamah partai.

“DPC yang mendukung konferensi pers hari ini ada tujuh DPC, yaitu DPC Gerindra Tikep, Ternate, Halbar, Morotai, Haltim, Sula dan Taliabu. Itu semua ditanda tangani secara tertulis dan cap lengkap, poinnya mengevaluasi saudara Muhaimin Syarif,” sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua organisasi sayap Partai Gerindra, Garda Prabowo Subianto, Muhammad Abduh Kadir.

BACA JUGA  Penipuan Berkedok Seleksi CPNS, Oknum ASN di Ternate Raup Ratusan Juta

Menurutnya, deretan masalah demi masalah yang dilakukan Ketua DPD Partai Gerindra Malut, Muhaimin Syarif, sangat memukul internal partai terutama organisasi sayap partai yaitu Garda Prabowo Subianto yang saat ini tengah melakukan konsolidasi memenangkan Prabowo di Pilpres 2024 nanti.

Atas persoalan ini, Garda Prabowo Subianto Maluku Utara, mendesak kepada DPP Partai Gerindra agar segera mengambil sikap tegas demi memulihkan nama baik Partai Gerindra di Maluku Utara.

Abdul Kadir juga menyampaikan, organisasi sayap ini akan bekerja sama dengan pengurus Partai Gerindra di seluruh kabupaten/kota dengan membuka posko pengaduan bagi kontraktor. Ini menurutnya bertujuan agar tidak ada lagi petinggi-petinggi partai yang mencatut nama partai untuk kepentingan pribadi.

“Kami meminta agar DPP pusat segera mengambil sikap tegas, sehingga nama baik Partai Gerindra kembali membaik. Meski belum terungkap, tetapi kami meyakini ada kasus pemerasan yang dilakukan MS. Jadi ini seperti pusat gunung es yang harus segera diselesaikan, dan kita juga akan membuka posko pengaduan untuk kontraktor, agar masalah bisa terbuka,” tutup Abdul Kadir. (Sam-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah