Kuota Penuh, Guru Honorer Dipecat Kepsek SMPN 7 Halsel

- Editor

Selasa, 7 Juni 2022 - 15:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Maluku Utara-Rumor yang beredar mengenai pemecatan tujuh (7) guru honorer di SMP Negeri 7 Halmahera Selatan (Halsel) oleh Kepala Sekolah SMPN 7 Halsel, Warda Usman dibantah Koordinator Wilayah (Korwil) UPTD Dinas Pendidikan, Syukur Bandang.

Dikonfirmasi Haliyora via telpon, Selasa (07/06/2022) Syukur mengatakan pengurangan itu hanya dua orang guru honorer dengan alasan kelebihan jam mengajar.

“Itu tidak benar, karena pengurangan itu hanya dua orang honorer dengan alasan kelebihan jam mengajar. Karena kalau kelebihan tenaga honor maka akan menjadi beban sekolah dalam membayar gajinya,” tepis Syukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Syukur, pengurangan tenaga honorer ini tidak berdampak pada aktivitas belajar mengajar karena kebutuhan tenaga guru di SMPN 7 Halsel sudah terpenuhi.

“Jadi apa yang diunggah dalam akun Facebook atas nama Fitria Fit Kaimudin tentang pemecatan tujuh guru honor di SMPN 7 itu tidak benar. Yang benar dikurangi dua guru honor karena sudah kelebihan jam mengajar, sehingga kalau dipertahankan maka akan menjadi beban sekolah dalam membayar gaji mereka. Tapi meski dikurangi dua guru honor, tidak berdampak pada aktivitas belajar mengajar karena kebutuhan tenaga guru di SMPN 7 Halsel sudah terpenuhi,” jelasnya.

BACA JUGA  Dililit Utang Obat Miliaran Rupiah, Pelayanan RSUD Ir. Soekarno Terhambat

Sementara saat diwawancarai terpisah via telpon, Selasa (07/06/2022), salah satu guru honor SMPN 7 Halsel, Fitria Kaimudun kepada Haliyora mengaku selain 2 guru honorer yang dipecat juga ada 5 guru honorer lainnya tidak lagi kebagian jam mengajar bahkan dipastikan tidak akan menerima gaji lagi serta akan dipecat.

“Torang guru honorer di SMPN 7 itu tujuh orang tidak lagi diberikan jam mengajar, bahkan Kepala Sekolah Warda Usman sendiri dengan tegas menyampaikan kebijakan untuk tidak memberikan jam mengajar kepada guru honor itu sudah pasti akan dipecat dan tidak mendapat gaji lagi, sehingga dipersilahkan kepada kami untuk angkat kaki dari sekolah. Itu disampaikan Kepsek di hadapan guru honor dan Korwil saat rapat di aula SMPN 7,” ungkap Fitria yang mengaku sudah mengabdi selama 7 tahun sebagai guru honor di SMPN 7 itu.

Fitria juga mengaku dirinya memposting pemecatan guru honor oleh Kepsek SMPN 7 Halsel melalui akun FB-nya pada Selasa (07/06/2022) sekitar pukul 07.30 WIT.

BACA JUGA  Jelang Nataru, Pemkot Ternate Gelar Operasi Pasar

“Jadi saya yang posting. Akun Facebook bernama Fitria Fit Kaimudun itu milik saya. Saya berani sampaikan sesuai fakta bahwa kita 7 orang guru honor di SMPN 7 tidak lagi diberikan jam mengajar dan dipecat tanpa alasan yang tepat, meski bendahara sekolah membela tetapi karena kepsek ngotot bahwa ia berdiri tegak di atas rel pemerintah dan punya kewenangan penuh,” tandasnya.

Fitria mengaku dirinya bersama enam rekan guru honor lainnya di SMPN 7 tersebut di Sk-kan Pemerintah Daerah (Dinas pendidikan).

“Kami ini kan di SK-kan oleh Pemda (Dinas Pendidikan) kenapa dipecat oleh Kepala Sekolah. Bahkan salah satu tenaga honor yang sudah lolos tes P3K dan tinggal menunggu SK penempatan pun dipecat,” ungkap Fitria.

Sesuai data, 7 tenaga honorer SMPN 7 Halsel yang telah dipecat adalah Thaib Djamil (Lukus P3K), Devi Ariani, Fitria Kaimudin, Novi Bakar, Nurhayati M Naser, Halija Ata, Munadi A. Mursal dan seorang klining service bernama Maisara Faruk. (Asbar-1)

Berita Terkait

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran
Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen
Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 
Harga Rica dan Tomat di Sula Merangkak Naik H-2 Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda
Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate
Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Berita ini 1,204 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 16:50 WIT

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Jumat, 12 April 2024 - 20:28 WIT

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 April 2024 - 19:58 WIT

Asik ! Sekda Halsel Ajak Kades Pulau Makian Joget 100 Juta di Pantai Powate 

Minggu, 7 April 2024 - 19:32 WIT

Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda

Sabtu, 6 April 2024 - 22:27 WIT

Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate

Sabtu, 6 April 2024 - 22:10 WIT

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga

Sabtu, 6 April 2024 - 22:02 WIT

Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame

Jumat, 5 April 2024 - 21:05 WIT

Buka Musrembang, Bupati Halsel : Proyeksi Pembangunan Infrastruktur Pakai 4 Metode Ini

Berita Terbaru

Wisata Pantai Jikolamo

Food & Travel

Pantai Jikomalamo, Favorit Warga Kota Ternate saat Libur Lebaran

Sabtu, 13 Apr 2024 - 16:50 WIT

Ilustrasi Inflasi

Ekobis

Pasca Idul Fitri, Inflasi Diproyeksi Tembus 3,6 Persen

Jumat, 12 Apr 2024 - 20:28 WIT

error: Konten diproteksi !!