Dipasok dari Luar Penyebab Harga Cabai di Tidore Melonjak

Tidore, Maluku Utara- Harga cabai rawit di Kota Tidore Kepulauan melonjak. Cuaca ekstrim disebut penyebab pasokan cabai berkurang sehingga mempengaruhi lonjakan harga.

Itu disampaikan Kepala Bidang Fasilitasi Sarana Distribusi Perdagangan Tikep Andi Kirana, SE kepada Haliyora, Sabtu, (26/02/2022).

Ia menyebutkan, harga cabai keriting pada 11 Februari 2022 masih di kisaran Rp 60.000 per kilo gram, dan cabai rawit Rp 70.000 per kilo gram, namun pada 18 Februari 2022 harga cabai kriting maupun cabai rawit sudah dijual Rp 90.000 per kilo gram. Satu minggu kemudian, tepatnya pada 25 Februri harga cabai rawit kembali naik menjadi Rp 100.000 per kilo, kecuali harga cabai kriting yang masih tetap Rp 90.000 per kilo gram.

BACA JUGA  Polres Ternate Segera Tahap Satu Kasus Judi yang Libatkan 18 Tersangka ‎

“Jadi benar para pedagang bilang akibat cuaca buruk sehingga pasokan cabai ke Tidore berkurang. Larangan berlayar oleh BMKG sejak minggu lalu hingga 25 Februari 2022 membuat para pedagang asal Jailolo (Halbar) yang selalu datang berjualan di Tidore pada setiap hari pasar besar (Selasa & Jumat) tidak datang lagi karena cuaca buruk. Padahal mereka inilah yang banyak diandalkan oleh dibo-dibo kita. Sementara pasokan cabai dari Bitung melalui kapal Ferry juga tidak masuk,” ungkap Andi.

Meski begitu, menurut wanita yang biasa disapa Nana itu, bahwa kondisi semacam itu sebagai konsekuensi sebuah wilayah kepulauan atau daerah yang mengandalkan pasokan bahan pangan dari luar daerah.

BACA JUGA  Harga Cabe Merah Keriting Naik, Komoditas Lain Stabil di Ternate

“Jadi kalau cuaca memburuk kemudian barang tidak masuk sementara kebutuhan meningkat, maka harga barang pasti naik. Itu sudah merupakan hukum ekonomi (pasar). Andai kita bisa mengandalkan hasil produksi petani cabai dari Tidore sendiri tentunya cuaca bukan menjadi pemicu kenaikan harga. Jadi Dinas Perindagkop dan UKM tidak bias berbuat banyak,” ujarnya.

Andi hanya berharap cuaca kembali membaik agar pasokan kebutuhan pokok, termasuk cabai dari luar kembali normal sehingga harganya juga menurun. “Semoga cuaca semakin membaik dan transportasi (2 ferry dari Bitung) beroperasi lancar supaya harga kembali normal,” harapnya. (Unu-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah