Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melakukan penandatanganan nota kerja sama dengan 7 perguruan tinggi yang tersebar di Maluku Utara.
Kerja sama dalam pemberian bantuan beasiswa bagi mahasiswa Pulau Morotai ini dilangsungkan di Aula Babullah Gedung Rektorat Unkhair, Kelurahan Gambesi Ternate Selatan, Rabu (26/01/22).
Ada pun perguruan tinggi yang terlibat dalam kerjasama tersebut yakni, Unkhair Ternate, IAIN Ternate, Poltekkes Ternate, STKIP Kie Raha, UMMU Ternate, Unira Tobelo, dan Padamara Tobelo.
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, mengatakan bentuk kerja sama yang dibangun pihaknya bersama delapan universitas ini, sebelumnya sudah direncanakan dan baru berkesempatan dilangsungkan.
“Sebelumnya kami sudah memiliki rencana, tapi kali ini baru bisa berjalan. Kerjasama ini tentunya bagian dari membentuk karakter anak-anak kita agar lebih baik dalam mengikuti kuliah,” ujarnya.
Benny menyebut, sejauh ini sudah ada sekitar 100 mahasiswa asal Pulau Morotai yang kuliah kedokteran, mereka tersebar di Indonesia maupun luar negeri.
“Kita punya mahasiswa ada yang kuliah dokter di luar negeri seperti di China, juga banyak yang tersebar di Indonesia,” kata bupati Benny.
“Di Morotai, semua yang kuliah di Unipas itu gratis, mulai dari daftar sampai lulus, uang masuk, semester, sampai akhir studi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Benny menyampaikan harapan agar perguruan tinggi yang menampung mahasiswa Pulau Morotai dapat mendidik karakter mereka.
“Izinkan saya menitipkan anak-anak Morotai ke bapak-ibu, jadikan mereka generasi emas yang mampu menggapai cita-citanya,” tandas Benny.
Sementara itu, mewakili jajaran kampus, Rektor Unkhair M.Ridha Ajam M.Hum, menyatakan jalin kerja sama ini merupakan bagian dari indikator implementasi MBKM. Lebih lanjut, kerjasama ini sudah sampai pada Memorandum Of agreement (MOA), kerjasama ini sudah sampai pada hal-hal yang sangat spesifik.
“Ini juga bagian dari mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdek di berbagai kabupaten/kota. Kalau ini dilaksanakan lewat program magang dan lainnya, maka akan meningkatkan skil anak-anak didik kita,” ujar rektor.
Menurutnya, kerjasama dengan pemerintah Morotai ini, terkait anak-anak siswa dari Kabupaten Pulau Morotai yang akan dibiayai uang kuliahnya.
“Di Dalam MOA itu masih ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh pemerintah pulau Morotai diantaranya, Prodi harus terakreditasi minimal B, jika anak mahasiswa yang Kuliah di Prodi yang akreditasinya masih C Atau D tidak dibiayai oleh pemerintah, itu kebijakan dari pemda Morotai kami hanya beri data,”jelasnya.
Untuk verifikasi aktivitas mahasiswanya nanti dilakukan Oleh Pemda Morotai itu sendiri, kami Unkhair hanya memberi data, dalam persyaratan lain jika Mahasiswa yang IPK nya dibawah 2.75 tidak biayai juga berdasarkan MOA tersebut.
“Kami Unkhair tidak punya hak, untuk menetapkan siapa yang dibiayai, hanya ada pada pemerintah Daerah, kami hanya memberi semudata yang ada d Kabupaten pulau Morotai,”tandasnya.(Wan-***)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!