Bupati Halsel Laporkan 5 Mantan Kades, Irham Hanafi : Temuan Tara Masuk Akal

Kades Marabose non aktif, Irham Hi Hanafi

Halsel, Maluku Utara- Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik laporkan sejumlah kepala desa yang salah mengelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa ke Kejaksaan Negeri Halsel.

Itu disampaikan kepala seksi intelijen Kejari Halsel, Fardana Kusumah SH, saat diwawancarai Haliyora Jum’at, (14/01/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Fardana, Bupati Halsel laporkan lima kades bermasalah ke Kejari, yaitu, Kades Marabose, Sambiki, Laluin, Koititi dan Sali Kecil. Hingga sekarang tim Kejaksaan sudah periksa kades Marabose Irham Hi Hanafi, Kades Laluin Fiki Slamet, Kades Koititi Musli Marasabesy, dan Kades Sambiki Hairudin Wahid, sedangkan kades Sali Kecil belum hadiri undangan kejaksaan tanpa keterangan.

Sementara, setelah diperiksa, Kades Marabose non aktif, Irham Hi Hanafi kepada Haliyora Jum’at, (14/01/2021), mengakui telah menghadiri panggilan Kejaksaan (Kasipidsus Eko Wahyudi) pada bulan Desember 2021 lalu, tetapi ia menilai temuan audit Inspektorat itu masih bersifat administrasi dan angka temuan tidak rasional.

Irham kesal dan menilai kerja Inspektorat Halsel tidak profesional karena tidak ada pengawasan, tiba-tiba melakukan audit pada akhir tahun. ”Kerja Inspektorat tiap tahun hanya audit akhir tahun tidak pernah menjalankan fungsi pengawasan juga tidak melakukan pembinaan terhadap pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Jadi kerja Inspektorat Halsel bisa dinilai tidak professional, bahkan lalai mengawasi pengelolaan keuangan di tingkat desa,” ujarnya kesal.

Irham juga menganggap temuan administrasi hasil audit Inspektorat Desa Marabose tahun 2019-2020 tidak rasional karena nilainya cukup fantastis yakni sebesar Rp 1,8 miliar.

“Meski hanya temuan administrasi, tapi nilai Rp 1,8 miliar itu cukup besar,  ini tara (Tidak) masuk akal. Tidak mungkin sebesar itu meski ada kekeliruan dalam administrasi desa, karena DD tahun 2019 itu sebesar Rp 810 juta sedangkan 2020 hanya Rp 821 juta sehinga totalnya Rp 1,6 miliar. Bagimana kong temuannya  sebesar Rp 1,8 miliar. Ini tidak masuk akal,” tandasnya.

Irham menegaskan bakal menyiapkan bukti dokumen untuk memberikan tanggapan atas hasil temuan administrasi Inspektorat meski sudah tidak menjabat Kepala Desa Marabose lagi.

“Sebelum memberikan tanggapan atas temuan administrasi Inspektorat itu saya sudah lebih dulu dicopot dari jabatan Kades,” pungkasnya. (Asbar-1)

Pos terkait