Ternate, Maluku Utara- Direktur RSUD Chasan Boesoirie Samsul Bahri menyebutkan, rencana pembangunan RSUD Kota Ternate menjadi kesempatan dan membuka lapangan kerja bagi SDM di Kota Ternate.
Kepada Haliyora, Samsul mengatakan, pada tahun 2023 ada program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan sebanyak 300 orang selama satu tahun.
“Ini menjadi peluang oleh Pemerintah Kota Ternate untuk bisa merekrut tenaga kesehatan,” kata Samsul, Kamis (16/12/2021).
Dikatakan, jika RSUD Kota Ternate sudah selesai dibangun maka pelayanan kesehatan juga harus berjalan dengan baik.
“Karena biasanya kalau Pemda sudah punya RSUD maka pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat-alat kesehatannya melalui DAK. Pemerintah Daerah hanya fokus pada pembangunan gedung RSUD saja.
Keberadaan RSUD Kota Ternate, kata Samsul, selain untuk pelayanan kesehatan sebagai tujuan utama, juga bakal memasukkan PAD Kota Ternate.
Samsul mencontohkan, pendapatan RSUD Chasan Boesoirie per tahun sebesar Rp 120 miliar. “Ini yang harus diketahui Pemkot Ternate, bahwa kalau daerah punya RSUD sendiri maka ratusan miliar akan masuk ke kas daerah. Ini yang harus dimanfaatkan,” ujarnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!