Pembangunan Ruko di Depan Rumah Dinas Wagub Malut Langgar RPJMD

Sofifi Maluku Utara- Pembangunan ruko dua lantai yang berhadapan langsung dengan kediaman Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, dan bersebelahan dengan rumah dinas Ketua DPRD Malut dianggap melanggar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Untuk itu, Sahril Tahir, salah satu anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara saat rapat paripurna DPRD yang dihadiri Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK), Senin (25/10/2021), meminta Pemprov membongkar gedung yang belum selesai dibangun tersebut.

Sahril beralasan, selain melangggar Tata Ruang Wilayah yang ditetapkan dalam RPJMD, juga merusak pemandangan.

Sementara,  Wakil Gubernur Maluku Utara M. Yasin Ali mengaku sebelumnya telah meminta kepada pemilik bangunan untuk menghentikan pekerjaan.

BACA JUGA  Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Camat dan Lurah Wajib Beri Edukasi pada Warga

“Sebenarnya pembangunan ruko yang berhadapan langsung dengan rumah dinas wagub itu saya sudah menyuruh mereka berhenti bekerja, karena pembangunan itu tidak bisa berdekatan dengan rumah dinas, karena wilayah itu masuk dalam kawasan pemerintahan,” kata Wagub, saat ditemui Haliyora, Kamis (28/10/2021)..

Wagub juga baru mengetahui ada bangunan di depan rumah dinasnya saat dirinya jalan pagi. “Waktu itu langsung saya bilang ke mereke untuk sementara hentikan pekerjaan dulu, karena mengganggu Tata Ruang Wilayah Kota Sofifi. Kalau memang lahan itu milik masyarakat tidak apa-apa. Nanti pemerintah cek dulu untuk dibayar atau seperti apa, yang penting jangan ada bangunan di situ,” terang Wagub.

BACA JUGA  Jadwal Tes CAT SKD CPNS Halut Ditunda, Mengapa?

Wagub juga menjelaskan, pembangunan ruko itu sendiri hampir menyentuh trotoar, bahkan melewati pagar rumah dinas Ketua DPRD. ”Ini kacau, jadi memang harus dihentikan. Nanti saya perintahkan Biro Pemerintahan untuk cek. Kalau lahan itu milik masyarakat dan bersertifikat nanti kita banyar atau seperti apa,” tuturnya.

Disampaikan,  Kota Sofifi adalah kota yang baru dibangun sehingga harus ditata secara baik sejak awal, supaya pembangunan infrastrur ke depannya tidak amburadul.”Jadi harus ditata sejak awal,” pungkasnya. (Sam-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah