Gubernur AGK Tinggalkan Paripurna, Ketua DPRD Kecewa

  • Whatsapp
Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Kuntu Daud

Sofifi, Maluku Utara- Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK) meninggalkan rapat paripurna DPRD setelah rapat berjalan kurang lebih10 menit.

Padahal dalam paripurna tersebut Gubernur akan menyampaikan pidato tentang Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021.

Bacaan Lainnya

Gubernur meninggalkan sidang dengan alasan akan melaksanakan rapat penting dengan Presiden melalui video confrens  di Ternate dan agenda pidato gubernur pun diserahkan kepada Wakil Gubernur Al Yasin  Ali untuk menyampaikannya.

“Saya mau rapat dengan bapak presiden Joko Widodo melalui video confrens di Ternate. Jadi saya tidak bisa ikut paripurna ini hingga selesai. Pidato gubernur nanti disampaikan pak Wagub,” kata gubernur pamit keluar meninggalkan ruang paripurna.

Menurut salah satu sumber yang tidak mau menyebutkan namanya bahwa alasan gubernur keluar lebih awal dari ruang paripurna itu untuk menemui Kadikbud Imam Makhdi, dan kepala BKD Idrus Assegaf yang sudah menunggu di kediaman gubernur untuk melakukan pertemuan sebelum ke Ternate mengikuti rapat dengan presiden lewat video confrens. Sebab rapat dengan presiden nanti dilaksanakan pada pukul 14.00 WIT.  Kata sumber itu lagi, bahwa setelah keluar dari ruang paripurna, gubernur menuju kediaman untuk melakukan pertemuan dengan tiga pejabat pemprov Malut tersebut kurang lebih satu jam.

“Usai pertemuan dengan ketiga pejabat itu, gubernur pergi memantau pekerjaan Masjid Raya Sofifi, setelah itu baru langsung menuju ke Kota Ternate,” jelasnya.

Sementara, dalam undangan rapat Gubernur dengan Presiden yang di dapat Haliyora tercantum waktu rapat pada pukul 14.30 WIT bertempat di ruang rapat Kie Raha lantai enam Muara Hotel.

Terpisah, Ketua DPRD Propinsi Maluku Utara Kuntu Daud terlihat agak kecewa atas keluarnya gubernur saat paripurna baru mulai jalan.

Kuntu menjelaskan, saat rapat baru dibuka dan berlangsung kurang lebih 10 menit pak gub sudah pamit ke anggota DPRD dan peserta paripurna. Katanya mau rapat penting dengan presiden lewat Video  confrens di Ternate. Ternyata beliau pulang cepat untuk bertemu dengan beberapa pimpinan OPD di kediaman.

“Menurut saya, sikap Pak gub itu kurang etis, sebab beliau itu bukan hanya gubernur tapi juga seorang ulama. Masa untuk bertemu Imam Makhdi saja harus bohongi anggota DPRD dan tinggalkan paripurna Ranperda APBD Perubahan. Memangnya Imam Makhdi itu siapa,” tandas Kuntu gusar.

Ketua DPRD berharap agar ke depan gubernur tidak bersikap begitu lagi.

“Lain kali Gubernur jangan seperti itu lagi. Sikap demikian sama saja tidak menghargai lembaga wakil rakyat,” imbuhnya. (Sam-1)

Pos terkait