Lagi, Pansus Covid-19 DPRD Sula Temukan Pengadaan APD Bermasalah

Sanana, Malauku Utara- Pansus Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sula temukan belanja pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 tidak sesuai yang diperuntukkan di sejumlah Puskesmas.

Temuan tersebut diketahui melalui Berita Acara Penyerahan (BAP) Pengalokasian Anggaran Belanja APD di Dinas Kesehatan setempat.

Itu disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kepulauan Sula, Ramli Sade kepada Haliyora, Kamis (19/08/2021).

Ramli mengatakan, pengalokasian anggaran belanja APD di Dinas Kesehatan tahun 2021 untuk lima Puskesmas dari 13 Puskesmas di Sula bernilai  miliaran rupiah diduga bermasalah.

“Kemarin Pansus Covid-19 melakukan sidak ke 5 Puskesmas, yakni Puskesmas Pohea Kecamatan Sanana Utara, Puskesmas Sanana Kecamatan Sanana, Puskesmas Wai IPA Kecamatan Sanana, Puskesmas Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah, dan Puskesmas Baleha Kecamatan Sulabesi Timur untuk menelusuri anggaran pengadaan APD Covid-19 tahun 2020 oleh Dinas kesehatan yang menelan anggaran Rp 2.696.168.400.00. Pansus menduga kuat  tidak sesuai dengan jumlah APD yang disalurkan ke Puskesmas. Masih ada delapan Puskesmas yang belum kami telusuri. Rencananya besok baru kami lakukan pengecekan ke  delapan Puskesmas itu,” ungkap Ramli.

BACA JUGA  Ini Hasil Temuan Pansus Covid-19 DPRD Sula, Bupati Siap Tindaklanjuti

Disebutkan, APD yang disalurkan ke Puskesmas-Puskesmas itu ditaksir tidak menelan anggaran ratusan juta. “Sementara Dinas Kesehatan menganggarkan hingga miliaran rupiah. Itu baru di lima Puskesmas, belum di delapan puskesmas lainnya,” ungkapnya menambahkan.

Parahnya lagi, lanjut Ramli, dalam Berita Acara Penyerahan (BAP) dari Dinas Kesehatan Kepada Pansus Covid-19 DPRD, administrasi pengadaan APD dua Puskesmas tidak lengkap. Berita Acara itu tidak ditandatangani Plt Kadis Kesehatan Syarfudin Sapsuha.

“Jadi BAP bulan Maret dan April di dua Puskesmas yakni Puskesmas Sanana dan Puskesmas Wai IPA  tidak ada. BAP juga tidak ditandatangani Plt Kepala Dinas. Sementara di Puskesmas Baleha, Puskesmas Waiboga dan Puskesmas Pohea tidak menerima APD sama sekali dalam bulan Maret dan April,” jelasnya

BACA JUGA  Program Smart City Disebut Gebrakan Bupati Halsel Datangkan Investasi

Tak hanya itu, Pansus juga menemukan belanja APD Covid-19 ganda. “Ada Juga belanja masker khusus untuk Dinas Kesehatan, senilai Rp 375.000.000, padahal sebenarnya masker juga sudah ada pada pengadaan APD Covid-19 namun didobol lagi. Ini juga menjadi temuan kami yang akan kami rekomendasikan saat paripurna,” tandasnya

Atas temuan itu, kata Ramli, Pansus mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan 8 puskesmas  dan mantan Plt. Kadis Sula, Jumat (20/08/2021) besok.

“Besok Kami agendakan RDP bersama mantan Kadinkes Sula Safrudin Sapsuha bersama delapan Kepala Puskesmas yang belum kami sentuh. Yakni Puskesmas Mangoli Kecamatan Mangole Tengah, Puskesmas Waisakai Kecamatan Mangole Utara Timur, Puskesmas Waitina Kecamatan Mangole Timur, Puskesmas Buya Kecamatan Mangole Selatan, Puskesmas Dofa Kecamatan Mangole Barat, dan Puskesmas Fala Kecamatan Mangole Utara untuk melengkapi data kami sebelum diparipurnakan pekan depan,” tutup Ramli. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah