Sofifi, Maluku Utara- Hasil Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Maluku Utara (Malut) beberapa waktu lalu merekomendasikan agar PDIP menarik dukungan politik terhadap pemerintahan AGK-YA, dan siap menjadi oposisi.
Rekomendasi penarikan dukungan politik terhadap pemerintahan AGK-YA berdasarkan usulan 10 DPC kabupaten/kota se-Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Sahid Bella
Menanggapi penarikan dukungan politik tersebut, Wakil Gubernur Malut Al-Yasin Ali mengatakan, sikap politik PDI-P itu tidak mempengaruhi jalannya pemerintahan AGK-Ya.
Suami mantan ketua DPC PDI-P Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang juga mantan Bupati Halteng dua periode tersebut mengaku dirinya juga dikenal baik oleh DPP PDI-P. “Tidak masalah kalau DPD PDI-P menarik dukungan politiknya. Itu tidak berpengaruh dengan jalannya pemerintahan AGK-YA. Saya sendiri dikenal baik DPP PDI-P,” ujar Al Yasin Ali.
Rupanya, gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) juga tidak mau kalah dengan Wagubnya. AGK mengatakan dirinya juga dikenal DPP. “Kalau Wagub bilang dia dikenal DPP, saya juga dikenal DPP PDI-P,” ucapnya kepada Haliyora, Selasa (06/07/2021).
Sementara menanggapi rekomendasi DPD PDI-P yang keluar dari koalisi pemerintahannya, AGK menduga partai moncong putih kecewa terhadap dirinya. “Mungkin DPD PDI-P merasa kecewa terhadap saya sehingga menarik dukungan tersebut, tetapi bagi saya itu tidak menjadi masalah dan tidak mempengaruhi jalannya pemerintahan,” jelasnya.
Menurut AGK, dirinya juga tidak tau apa kesalahannya sehingga DPD PDIP menarik dukungan politik. ”Itu mungkin intepertasi mereka saja, karena saya juga tidak tau apa kesalahan saya,” imbuhnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!