Ternate, Maluku Utara- Keluhan keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Sanana, lantaran stok oksigen di RSUD habis mendapat perhatian Bupati Sula, Fifian Adeningsi Mus.
Fifian mengatakan dirinya prihatin dan menjadikan peristiwa itu sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja bawahannya agar tidak terulang lagi ke depan.
“ini akan jadi bahan evaluasi,” kata Ningsi saat diwawancarai di arena Rakerda PDI-P di Sahid Bela Hotel, Kamis (1/7/2021).
Bupati perempuan pertama di Malut itu juga menyarankan wartawan untuk menanyakan masalah tersebut kepada mantan Direktur RSUD Sanana dan Kadis Kesehatan yang lama.
“Saya baru dilantik satu bulan lalu jadi belum tau persis kondisi Rumah Sakit. Nanti kalian tanyakan langsung kepada mantan Direktur RSUD Sanana dan mantan Kadis Kesehatan. Mereka pasti lebih tau, kenapa oksigen bisa kosong. Yang jelas bagi saya ini menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja bawahan saya, agar ke depan tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Fifian mengaku, sebelum peristiwa meninggalnya pasien Covid-19 gegara stok oksigen di RSUD Sanana habis, dirinya telah mengevaluasi kinerja bawahannya. Namun kata dia, dalam kondisi tertentu sering terjadi masalah tak terduga.
Fifian juga membantah kabar yang menyebut dirinya sering keluar daerah. “Selama dilantik, baru kali ini saya keluar daerah karena ada kegiatan Rakerda partai,” ujarnya
Ningsi kembali berjanji segera merealisasikan program kerja menuju Sula Bahagia terutama pada pelayanan dasar di sektor pendidikan dan kesehatan. “Insya Allah gak muluk-muluk. Janji saya waktu kampanye itu akan segera direalisasikan,” pungkasnya. (Ata-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!