Usai Lantik, Bupati Sula Ditantang FP2A

  • Whatsapp
Ketua Front Pemuda Poheya Aya, Rianto Kaunar,S.Ip

Sanana, Haliyora

Masjid An-Nur Pohea dibangun sejak 2015 dengan total anggaran Rp 4 miliar namun hingga kini belum selesai. Diduga dana pembangunan masjid disalahgunakan.

Bacaan Lainnya

Konstruksi bangunan di lantai dua disebut mengalami getaran. Dugaan korupsi dana pembangunan masjid An-Nur ini termasuk salah satu kasus yang tengah diselidiki penyidik Kejaksaan Negeri Sanana.

Mencuatnya dugaan penyalahgunaan dana pembangunan Masjid An-Nur Pohea juga sempat dijadikan isu seksi oleh masing-masing pasangan bupati dan wakil bupati pada masa kampanye pilkada 2020 untuk menarik simpati masyarakat.

Kini, setelah memenangkan pilkada dan telah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati kepulauan Sula, Fifian Ade Ningsi Mus dan H. Saleh Marasabesi (FAM-SAH) diharapkan memenuhi janji saat berkampanye untuk mendorong penuntasan kasus dugaan korupsi dana pembangunan masjid kebanggaan warga Desa Pohea tersebut.

Adalah Front Pemuda Pohea Aya (FP2A) lantang menyerukan agar Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula terpilih, Fifian Ade Ningsi Mus dan pasangannya, H. Saleh Marasabesi (FAM-SAH) untuk mengungkap pelaku dugaan kurupsi pembangunan masjid An-Nur Desa Pohea.

Ketua Front Pemuda Poheya Aya, Rianto Kaunar, S.Ip Kepada Haliyora, Sabtu,(05/06/2021) menantang FAM-SAH harus memenuhi janjinya untuk mengungkap pelaku dugaan korupsi dana pembangunan mesjid An-Nur Desa Puhea.

“Kami Front Pemuda Pohea Aya (FP2A) menantang FAM-SAH untuk ungkap siapa yang diduga menyelewengkan dana pembangunan Masjid An-Nur Poeha. Kami menagih janji yang anda sampaikan saat kampanye lalu. Kami tidak ingin masalah masjid kami hanya dijadikan objek kepentingan pilkada semata. Buktikan janji anda,” seru Rianto, Sabtu (05/06/2021).

Terkait kasus dugaan korupsi dana pembangunan Masjid An-Nur Poeha tersebut, kasat Reskrim Polres Sula Iptu. Aryo Dwi Prabowo mengatakan kasus tersebut diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sanana.

“Kasus itu diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Sanana, kami hanya menangani kasus pembangunan pasar Makdahi dan kasus DD Desa Wai Ipa,” terang Aryo saat dikonfirmasi Haliyora, Kamis (03/06/2021).

Untuk diketahui, sebagaimana penelusuran Haliyora, pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea mulai dikerjakan tahap I pada tahun 2015, dengan nilai Rp 488,427,000, bersumber dari APBD Kepsul, dengan pelaksana pekerjaan CV. Ira Tunggal Bega.

Pada tahun 2017, Pemda Sula kembali menganggarkan pembangunan masjid itu sebesar Rp 957,996,903, dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri. Dan pada tahun berikutnya, yakni 2018 Pemda Sula mengalokasikan lagi senilai Rp 1.959,904,793, dikerjakan oleh perusahaan yang sama pada tahun sebelumnya.

Kemudian pada tahun 2019, pembangunannya dilanjutkan dan dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama dengan anggaran sebesar Rp 294. 093.402,00. (Sarif-1)

Pos terkait