Diduga Cemarkan Nama Baik PT. Wanatiara, Akun Medsos BS Dipolisikan

Sandri Sanangka, Manajer CSR PT. Wanatiara Persada

Halsel, Haliyora

Seorang staf CSR PT. Wanatiara Persada, Siam Susanto melaporkan sebuah akun media sosial atas nama Budiman Shafi ke Polres Halmahera Selatan.

Bacaan Lainnya

BS dilaporkan ke Polres Halsel oleh Siam atas dugaan pencemaran nama baik PT. Wanatiara Persada.

“Saya melaporkan pemilik akun atas nama Budiman Shafi ke Polres Halsel pada 24 Februari 2021. Kami anggap dia sudah mencemarkan Nama baik Departemen CSR PT. Wanatiara Persada. Tanda terima Laporan bernomor : STPLP/43/II/2021/SPKT POLRES HAL-SEL. Disitu jelas bahwa laporan saya atas Dasar saya sebagai staf CSR PT. Wanatiara Persada,” ungkap Siam, Kamis (15/04/2021).

Menurut Siam, Departeman CSR PT. Wanatiara Persada yg didalamnya juga putra obi merasa tersinggung dengan status Budiman Shafi yang menyebut Departeman CSR PT. Wanatiara Persada bekerja sama dengan oknum tertentu dan dibekengi oleh oknum tertentu melakukan penjualan limbah B3, aset Desa Lingkar Tambang.

Ia menyebut, perbuatan Budiman Shafi merupakan kejahatan luar biasa, karena tanpa ada bukti riil yang bersangkutan dalam keterangannya di media online yang diunggah dalam akunnya mengaku kaitan limbah B3 seakan-akan sudah ada kesepakatan antara Desa lingkar Tambang bersama perusahaan agar sebagian dari hasil pengelolaan limbah B3 dipergunakan untuk kepentingan Desa.

“Padahal, sejauh ini belum ada kesepakatan antara desa lingkar tambang bersama manageman Wanatiara Persada dalam hal pengelolaan limbah B3, ” ujar Siam.

Staf CSR PT. Wanatiara Persada, Syam Susanto

Sementara, dikonfirmasi terpisah via telepon, pada Kamis (15/04/202) terkait tudingan Budiman tersebut, manager CSR PT. Wanatiara Persada, Sandri Sanangka membantah keterangan Budiman.

“Itu fitnah, tidak ada kesepakatan antara PT. Wanatiara Persada dengan masyarakat Lingkar Tambang tentang pengelolaan limbah B3. Pernyataan Budiman itu tidak benar. Kami tdk pernah diajak membicarakan masalah limbah B3 (Besi Tua) milik PT. Wanatiara Persada bersama pemerintah atau desa lingkar tambang. Saya tantang Budiman tunjukkan bukti kalau dia sebut ada kesepakatan,” tandas Sandri.

Sandri juga menganggap Budiman Shafi menuding tanpa bukti yang menyebut PT. Wanatiara Persada tidak berkontribusi kepada masyarakat lingkar tambang dalam hal pemberdayaan petani, nelayan dan pengembangan desa.

“Budiman lagi-lagi melakukan tuduhan yg tdk berdasar, pasalnya melalui program pemberdayaan PT. WP lewat Departemen CSR sukses membina kelompok petenak Ayam Potong yg diketuai Acan di desa Laiwui yg diresmikan pada 5 April 2019 oleh Camat Obi Abukarim Latara, dan sampai hari ini perusahaan masih menerima dan membeli hasil ternak tersebut untuk kebutuhan perusahaan,” ungkapnya.

Dibidang Pertanian, lanjut Sandri, PT.WP juga melakukan pemberdayaan pertanian moderen dan semi konversional di mana tanaman2 yg tidak bisa tumbuh di daerah obi seperti bungah kol dan wortel dapat berkembang di Obi.

“Saat ini pengembangan tanaman sayuran tersebut sudah berjalan di bawah ketua Yusran Dais. Sedangkan untuk pengembangan pendidikan pihak PT. WP melalui Departement CSR telah memberikan gaji para guru Honorer dari Paud, TK, SD serta tenaga Honorer kesehatan baik di RSUD dan PUSKESMAS,” tambah Sandri.

Disampaikan pula PT. WP merupakan salah satu perusahan yang terdepan dalam membantu pengembangan Desa.

“Kami sebagai perusahaan terdepan membantu dalam hal pengembangan desa, kami selalu berikan bantuan, baik batuan Fisik seperti pembongkaran jalan Puskesmas, pembuatan Jembatan, dan memberikan bantuan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan RSUD Obi,” sebut Sandri.

Bukan hanya itu, “PT.WP juga sering menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan berupa sembako maupun obat-obatan,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait