Dipecat Demokrat, Fahri Sangadji Tantang Balik

Ternate, Haliyora

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut telah mengambil langkah tegas memecat 13 pengurus dan kaders Partai Demokrat di Maluku Utara yang mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Diantara 13 Pengurus yang dipecat termasuk sekretaris DPD Partai demokrat Maluku Utara, Fahri Sangadji.

Menanggapi kabar pemecatan dirinya bersama 12 rekannya itu, Fahri menantang DPP untuk membuktikan pemecatan tersebut dengan mengeluarkan SK pemecatan.

“Saya menantang DPP, di mana SK pemecatan saya dan Hendra serta kawan-kawan  lain yang ikut KLB. Jangan hanya ancam di media, tapi tunjukkan bukti SK. Distribusikan SK itu kepada saya, karena saya bukan pengurus Partai Demokrat kubu AHY,” tantang Fahri saat diwawancarai di cafe Jarod, Jumat (12/03/03). 

BACA JUGA  Dokumen Promosi PGM Ternate Ditolak Kementerian Investasi, Kok Bisa ?

Fahri menegaskan  saat ini dirinya sebagai formatur dan kelompok Pengurus versi KLB Moeldoko di Deli Serdang, sehingga jika ada SK pemecatan dari kubu AHY maka pihaknya akan menuntut di pengadilan. ”Kami akan tuntut balik kubu AHY kalau mereka berani pecat. Lagi pula saya ini bukan lagi pengurus Demokrat versi AHY,” tandasnya.

DPP AHY sendiri, lanjut Fahri tidak mempunyai hak untuk memecat, karena DPP dari hasil KLB telah mendemisioner AHY,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KLB Deli Serdang dihadiri 1. 200 peserta, dan yang menandatangani surat dukungan KLB sebanyak 412 ketua DPC dari total 514 DPC se-Indonesia, dan ini menjadi acuan dan referensi hukum, sebab  yang menandatangani persetujuan KLB 50+1 dan ada juga beberapa DPD sehingga sudah memenuhi korum.

BACA JUGA  DPRD Halsel Ungkap Ketimpangan Pembangunan di 7 Kecamatan Ini : Infrastruktur Jalan dan Kesehatan Dominasi Aspirasi Warga

“Untuk Maluku Utara sendiri, DPC yang ikut KLB yakni Halut, Halteng, Morotai, Sula dan Haltim, ada juga yang lain,” bebernya.

Sekali lagi Fahri menegaskan, bahwa bergabung dengan Demokrat versi KLB Moeldoko adalah pilihan politik dia, karena kecewa terhadap kepemimpinan AHY  yang dinilainya tidak komitmen dan merusak demokrasi partai Demokrat.

“Sekali lagi saya katakan semua ini hak politik saya, karena beranjak dari kekecewaan terhadap DPP yang tidak pernah berkomitmen, dan saya orang yang mengakomodir dan menjadi kordinator  pengurus yang lain untuk mengikuti KLB atas undangan resmi yang diberikan kepada kami, dan tidak ada yang salah jika kami menghadiri undangan tersebut,” pungkasnya. (Ichal-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah