Ternate, Haliyora
Partai Demokrat bergejolak secara Nasional pasca Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang Sumatra Utara pada Jum’at (05/03/2021).
Gejolak Partai Demokrat di tingkat pusat berimbas juga ke Daerah. Empat ketua DPC terancam dipecat lantaran diketahui ikut dalam Kongres Luar Biasa itu.
Disebutkan sebanyak 13 pengurus Demokrat di Maluku Utara, di dalamnya empat ketua DPC ikut KLB, dan ke 13 pengurus itu akan dipecat.
Itu ditegaskan oleh wakil ketua DPD partai Demokrat Maluku Utara (Malut), Rusdi Yusuf saat diwawancarai via telepon Minggu (07/03/21).
Rusdi menyebut ada berberapa pengurus yang dipimpin sekertaris Partai Demokrat Malut, Fahri Sangadji menghadiri KLB yang disebut Rusdi Kongres abal-abal.
“Sekretaris DPD Demokrat Malut Fahri Sangadji bersama wakil ketua Hendra kariyanga, wakil ketua Akbar Basrah, wakil sekretaris Aksa Basrah, wakil sekretaris Imran Sergi, ketua DPC Halut Yulius Dagilaha, Ketua DPC Halteng Masri Hidayat, ketua DPC Morotai Jhoni Candra Sek DPC Karim Hasari, Sek DPC Tikep Ali Ibrahim, Mantan DPC Halsel Lukas Tabem, wakil Ketua DPC Haltim Irwan Abubakar, ketua DPC sula Ajirin Duwila menghadiri Kongres Abal-abak itu,” Sebut Rusdi.
Katanya, mereka yang ikut KLB itu akan diberhentikan dari jabatan dan dicabut KTA-nya, bahkan yang berstatus Anggota DPRD akan di PAW.
“Mereka itu bukan lagi kader Demokrat, makanya bagi anggota DPRD yang mengikuti kongres tersebut akan langsung di PAW. DPP di bawah kepemimpinan AHY tidak akan segan-segan memberhentikan kaders yang membelot ke KLB abal-abal tersebut,” ujarnya
Menurutnya, KLB itu disebut abal-abal karena melanggar AD/ART.
Ia menjelaskan yang Lakukan KLB itu harus pengurus DPP atas restu Ketua Majelis Tinggi dalam hal ini SBY dan harus dihadiri 2/3 pengurus.
“Sedangkan KLB yang mereka lakukan ini bukan pengurus DPP, dan hanya mantan kader yang dipecat dan tidak aktif. Kan aneh, mantan kader yang dipecat tiba-tiba datang dan membuat KLB , ini j las melanggar AD/ART partai,” tandas Rusdi.
Rusdi mengaku sejak awal DPD Demokrat Malut serta 10 DPC kabupaten/kota telah membuat surat dukungan kepada AHY.
“Tiba-tiba ada sejumlah pengurus ikut Kongres abal-abal di Medan itu. Informasinya mereka dijanjikan uang setiap orang Rp 100 juta, lalu dibawah kordinator Fahri Sangadji dan Hendra Kariyanga membawa para pengurus DPC yang lain untuk ikut seta dalam KLB tersebut. Minggu ini mereka akan dipecat,” ungkap Rusdi.
Hingga berita ini dipublish, Sekretaris DPD Partai Demokrat Malut, fahri sangaji maupun Ketua DPC Partai Demokrat Halteng, Masri Hidayat dihubungi tapi belum tersambung. (Ichal-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!