Alasan Hamil, Tersangka Korupsi Dana Desa di Taliabu Tidak Ditahan

Ilustrasi

Bobong, Haliyora

Mantan bendahara Kas Daerah (Kasda) sekaligus pemilik CV. Syafaat Perdana, Agusmawati Toib Koten telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana desa (DD) 71 Desa Tahun 2017 oleh penyidik reskrimsus Polda Malut sejak dua tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Meski begitu yang bersangkutan tidak ditahan. Menurut informasi yang dihimpun Haliyora, ia tidak ditahan karena saat ditetapkan sebagai tersangka, Agusmawati dalam kondisi  Hamil tua (mau melahirkan).

Agusmawati diduga memotong Dana Desa (DD) sebesar Rp 60 juta per desa saat mencairkan dana tersebut di BRI Unit Bobong dan mengalihkan ke rekening perusahannya (CV. Syafaat Perdana). Total dana yang dialihkan sebesar Rp 4,26 miliar.

Kini, Penyidik Reskrimsus Polda Malut sedang melanjutkan pemeriksaan para saksi yakni para kades, sekdes, bendahara desa dan ketua BPD 71 desa se-kabupaten Pulau Taliabu.

Pemeriksaan para pejabat desa itu dimulai pada Sabtu, (27/02/2021) di Mapolsek Taliabu Barat.

Pantauan Haliyora, pada Sabtu kemarin, sebanyak 10 kades bersama sekdes, bendahara dan ketua BPD masing-masing desa menjalani pemeriksaan, dan hari ini, minggu (28/02/2021), penyidik reskrimsus Polda Malut kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap 11 Kades, sekdes, bendahara dan ketua BPD lainnya.

Usai diperiksa, kepala desa Kilo, kecamatan Taliabu Selatan, Jefry Khumagap kepada Haliyora mengatakan, dirinya diperiksa tentang kebenaran pemotongan dana desa oleh mantan bendahara Kas Daerah (Kasda) Taliabu Agusmawati. “Saya tadi ditanya kebenaran pemotongan dana desa itu,” ungkapnya singkat. (Ham-1)

Pos terkait