Usai Lantik Bupati dan Walikota, Ini Pesan Gubernur AGK

Sofifi, Haliyora

Empat kepala daerah di Maluku Utara telah dilantik Gubernur di Sofifi, Jum’at (26/02/2021).

Bacaan Lainnya

Masing-masing, Bupati dan wakil bupati Halmahera Timur Ubaid-Anjas, bupati dan wakil bupati Halmahera Barat James Uang-Djufri Muhammad, Walikota dan wakil walikota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim-Muhammad Sinen dan Bupati dan wakil bupati Pulau Taliabu Aliong Mus-Ramli.

Empat pasangan kepala daerah yang dilantik itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai pasangan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota terpilih pada pilkada serentak 09 Desember 2020 lalu, setelah MK menolak permohonan gugatan perselisihan hasil pemilihan masing-masing Pemohon.

Pelaksanaan pelantikan berjalan aman dan tertib dengan mengikuti protokol kesehatan.

Usai pelantikan, kepada wartawan, gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) memberi pesan kepada para kepala daerah yang dilantik agar tidak menyimpan dendam politik kepada lawan-lawan mereka saat proses pilkada. AGK juga menghimbau agar masing-masing pendukung kontestan pilkada hentikan saling menghujat.

“Mulai hari ini, ke-empat pasangan kepala derah telah sah menjabat bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota setelah saya lantik. Saya pesan kepada mereka agar rangkul semua komponen masyarakat untuk mulai membangun daerah masing-masing. Hilangkan dendam politik. Kepada pendukung  masing-masing pasangan saat proses pilkada lalu juga saya minta jangan lagi saling menghujat. Proses demokrasi sudah berakhir, kini saatnya berasatu untuk membangun bersama pemimpin baru,” imbuh Gubernur.

Selain itu, AGK juga berpesan kepada kepala daerah yang baru dilantik agar memimpin masyarakat dengan selalu menjaga protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi penyebaran Covid-19 di daerah masing masing.

“Kalau kembali ke daerah masing-masing, jangan bikin arak-arakan massa penjemputan. Itu yang saya harapkan kepada kepala daerah yang saya lantik tadi supaya menghimbau kepada masyarakat, terutama pendukungngnya masing-masing untuk tidak bikin penjemputan dengan arak-arakan yang menimbulkan kerumunan massa,” tutup AGK. (Sam-1)

Pos terkait