Dua Tower juga Diterjang Banjir, Akses Komunikasi di Loloda Utara Terganggu

Tobelo,  Haliyora

Jaringan  komunikasi seluler Telkomsel di Desa Asimiro Kecamatan Loloda Utara terganggu (mati total) sejak banjir melanda daerah tersebut, pada sabtu (16/01/2021). Sejak saat itu warga tak dapat lagi berkomunikasi lewat telepon seluler.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disampaikan Delfin Andalangi, Tokoh Masyarakat Loloda Utara, bahwa jaringan telkomsel di wilayah Loloda Utara mati total, karena dua tower Telkomsel rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu.

“Bisa dikatakan mati total. Jadi sampai saat ini kami kesulitan berkomunikasi menggunakan seluler Telkomsel,” kata Delfin, Rabu (20/01/2021)

Delfin menduga, tower telkomsel mengalami kerusakan. “Kondisi di lokasi tower telkomsel penuh dengan lumpur dan rumput bekas banjir, kemungkinan mesin tower sudah rusak,” tuturnya.

Delfin yang juga guru salah satu sekolah di Loloda Utara itu mengaku sulit mengakses internet. ”Susah sekali torang akses internet, sehingga mengirim data melalui wifi pun tara bisa. Semua kepentingan sekolah yang harus dikerjakan mengunakan jaringan internet pun terhambat,” keluhnya

Dikonfirmasi terpisah, kepala Dinas Informasi dan komunikasi (Infokom)  Halmahera Utara, Deky Tawaris, membenarkan hal ini. Katanya, banjir yang melanda Halmahera Utara juga menerjang dua tower telkomsel di desa Soamaetek Kecamatan Kao barat dan Desa Asimiro Kecamatan Loloda Utara, sehingga akses komunikasi di dua kecamatan tersebut putus.

“Ada dua tower diterjang banjir sehingga masyarakat mengalami gangguan komunikasi,” kata Deky, Rabu (20/01/2021).

Dua tower tersebut, kata Deky, adalah milik kementrian Komunikasi dan Informasi RI. “Jadi Pemda Halut melalui dinas Infokom telah menyurat ke Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi, memohon perbaiki peralatan jaringan,” pungkas Diky. (Fik-1)

Pos terkait