Ternate, Haliyora
Ketua KPU Malaku Utara Pudja Sutamat mengatakan partisipasi pilkada tahun 2020 di Maluku Utara meningkat dibanding pilkada tahun 2015.
Pada pilkada serentak 2015 partisipasi pemilih hanya mencapai 71,95 persen, sementara partisipasi pemilih pada pilkada 2020 mencapai
81,52 persen.
“Terjadi peningkatan partisipasi pemilih pada pilkada 2020 dibanding 2015 lalu. Pilkada 2015 partisipasi pemilu 71,95 persen, tahun 2020 ini 81,52 persen,” ungkap Pudja, Kamis (24/12/2020).
Pudja menyebut ada enam dari delapan kabupaten/kota di Maluku Utara yang menyelenggarakan pilkada, partisipasi pemilihnya melampaui target nasional. Dua kabupaten kabupaten/kota tidak mencapai target nasional
Ketua KPU menjelaskan, target nasional partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 dipatok 77,5 persen. “Jadi partisipasi pemilih di enam kabupaten/kota melampaui target nasional, hanya dua kabupaten/kota tidak capai target nasional.
Enam kabupaten/kota yang melampaui target nasional partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2020 adalah ; Tidore Kepulauan tertinggi 89,01 persen, Taliabu 85,01 persen, Sula 84,34 persen, Haltim 83,55 persen, Halbar 83,04 persen dan Halut 78,12 persen.
“Kota Ternate dan kabupaten Halsel tidak capai target nasional. Kota Ternate hanya 76,69 persen, sedangkan Halsel partisipasi pemilih tercatat 72,38 persen.
Menurut Puja, peningkatan partisipasi pemilih ini karena sosialisasi dilakukan secara maksimal, sehingga menumbuhkan kesadaran pemilih untuk datang ke TPS.
“Banyak faktor yang mempengaruhi kehadiran di TPS, tidak hanya masalah pandemi, tapi mungkin faktor teknis lainnya. Ini soal kesadaran masyarakat untuk bisa hadir di TPS. tapi secara umum kita patut bersyukur masyarakat tetap antusias melaksanakan hak pilihnya,” tutup Pudja. (jae-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!