Gegara Status, Proyek Pembangunan Kampus UNIPAS Morotai Dihentikan

Morotai, Haliyora

Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai adalah satu-satunya perguruan tinggi di kabupaten paling utara Provinsi Maluku Utara yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik.

Bacaan Lainnya

Keberadaan Unipas mungkin diharapkan menjadi pencetak SDM handal di Morotai dan Maluku Utara pada umumnya.

Meski demikian, sebagai perguruan tinggi yang tergolong baru dan berstatus swasta, masih banyak membutuhkan fasilitas termasuk gedung perkuliahan.

Pemda Morotai dan DPRD setempat bersepakat mensupport dengan memasukkan proyek pembangunan kampus Unipas sebagai proyek multiyears tahun 2019-2021 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 24,7 miliar bersumber dari APBD.

PT. Rajawali Indah Permai memenangkan tender proyek dengan kontrak waktu selama 750 hari. Namun kini pekerjaan proyek terhenti total, padahal waktu kontrak tersisa 350 hari. Terhentinya pekerjaan proyek multiyears itu disorot komisi III DPRD Morotai.

Ikhwal terhentinya pekerjaan proyek menurut Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Morotai lewat kepala dinasnya, Abubakar A. Rajak, lantaran ada masalah terkait status hukum UNIPAS, sehingga pihak ke tiga (PT.Rajawali Indah Permai) menghentikan pekerjaannya.

“Kami sudah jelaskan ke DPRD bahwa terhentinya pekerjaan proyek itu terkait status hukum UNIPAS. Makanya kami tidak buru-buru memutus kontrak pihak ketiga. Padahal kami sudah tiga kali melayangkan surat teguran ke menejmen PT. Rajawali Indah Permai sebagai pihak pelaksana. Jadi kita menunggu kejelasan status Unipas dulu baru mengambil langkah,” terang Abubakar, Jum’at (04/12/2020).

Terpisah, Warek II sekaligus Plt. Rektor Unipas Pulau Morota irfan Hi. Abd. Rahman saat dihubungi Haliyora Via WhatsApp, pada Jum’at, (04/12/2020) mengatakan status hukum Unipas tidak ada masalah.

“Unipas ini status hukumnya jelas. Unipas adalah perguruan tinggi swasta di bawah yayasan perguruan morotai, dan sejauh ini tidak ada masalah,” terangnya saat dikonfirmasi, Jum’at (04/12/2020) via Whatsapp.

Menurutnya, kalau pemerintah daerah melihat Unipas pada konteks pembangunan SDM Morotai, maka mestinya secepat menyelesaikan proyek pembangunan kampus tersebut. “Lagi pula ini kan sudah dianggarkan melalui APBD dan termasuk salah satu proyek multisears,”ujarnya. (Tir-1)

Pos terkait