Seriusi Dugaan Korupsi Samsat, Kejari Halbar ‘Dipimpong’

- Editor

Selasa, 3 November 2020 - 14:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jailolo, Haliyora

Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat (Halbar) hingga saat ini belum bisa menuntaskan kasus dugaan korupsi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Halbar. Alasannya masih harus mencari tambahan alat bukti.

Padahal proses penyelidikkan kasus dugaan korupsi bea balik nama, berdasarkan temuan tahun 2015 telah dilidik oleh Kejari Halbar dari tahun 2018. Namun hingga November 2020, kasus yang diduga telah merugikan negara kurang lebih Rp 700.000.000 itu terkesan jalan di tempat.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Halbar, Galih Martino saat didatangi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kantor Kejari Halbar, Selasa (03/11/20), mengatakan bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi di Samsat Halbar masih terkendala kurangnya bukti tambahan.

Galih mengaku, untuk mendapatkan bukti tambahan, pihaknya sudah menyurat resmi kepada Inspektorat Propinsi Maluku Utara (Malut) guna mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan Samsat Halbar. Tetapi pihak Inspektorat mengaku tidak memiliki dokumen yang dimaksud, dan pihak penyidik diarahkan agar memintanya ke BPKP,  begitu sebaliknya saat penyidik mendatangi BPKP.

BACA JUGA  Polresta Tikep Ringkus Komplotan Pencuri Sapi di Oba, 2 Berhasil Kabur

“Jadi kami dibuat bolak-balik, ditanya ke Inspektorat mereka sampaikan dokumen ada di BPKP, maupun sebaliknya,” kata Galih.

Galih mengaku telah berkoordinasi dengan Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut agar bisa menyurati Inspektorat Malut. Itu pun belum mendapatkan hasil hingga saat ini.

“Jadi kami juga masih  menunggu petunjuk dari Kejati seperti apa. Kalau bisa kami akan lakukan penggeledahan di sana, “tegasnya. (Riko-2)

Berita Terkait

Sudah Sebulan Mobdin Sekda Terparkir di Halaman Kantor Walikota Ternate, Ada Apa ?
Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg
2 Oknum Panwascam Bikin Gaduh Pemilu, Begini Tanggapan KPU Halsel
Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou
Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil
Ichsan Hamzah Kembali Jabat Kalak BPBD Ternate?
Kakek 72 Tahun Ditemukan tak Bernyawa dengan Kepala Bersimbah Darah
Utang Dinkop UMKM Malut Rp 2 Miliar Lebih, Didalamnya Renovasi Atap Gedung PLUT
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:55 WIT

Sudah Sebulan Mobdin Sekda Terparkir di Halaman Kantor Walikota Ternate, Ada Apa ?

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:21 WIT

Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg

Selasa, 20 Februari 2024 - 17:21 WIT

2 Oknum Panwascam Bikin Gaduh Pemilu, Begini Tanggapan KPU Halsel

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:54 WIT

Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:28 WIT

Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:47 WIT

Kakek 72 Tahun Ditemukan tak Bernyawa dengan Kepala Bersimbah Darah

Senin, 19 Februari 2024 - 22:23 WIT

Utang Dinkop UMKM Malut Rp 2 Miliar Lebih, Didalamnya Renovasi Atap Gedung PLUT

Senin, 19 Februari 2024 - 22:00 WIT

Batas Input Kegiatan ke SIRUP di Kota Ternate 29 Februari

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir

Headline

Pembahasan APBD 2024 Hasil Evaluasi Mendagri Tunggu Hasil Pileg

Selasa, 20 Feb 2024 - 20:21 WIT

Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Amru Arfa

Headline

Bawaslu Tikep Hentikan Kasus Dugaan Tipilu Kades Garojou

Selasa, 20 Feb 2024 - 16:54 WIT

Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly

Headline

Kantongi SK, Lusa Fahri Fuad Dilantik Sebagai Kadis Dukcapil

Selasa, 20 Feb 2024 - 16:28 WIT

error: Konten diproteksi !!