Disorot Komisi III, Ini Penjelasan Direktur RSUD Sula

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Makmur Tamani

Sanana, Haliyora

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Makmur Tamani membantah jika fasilitas RSUD dianggap tidak memadai dalam penanganan pasien Covid-19. Apalagi pihaknya disebut belum efektif dalam melakukan penanganan pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

Bantahan ini ditujukan kepada Ketua Komisi III DPRD Sula, La Sidi Leko yang menyoroti penanganan pasien Covid-19 di RSUD Sanana.

Makmur mengatakan bahwa  pihaknya sudah melakukan penanganan sebagaimana mestinya kepada pasien Covid-19. Hanya saja, dinding  ruangan pelayanan pasien covid-19 menggunakan triplek itu karena dibangun dalam kondisi mendesak.

“Kalau kita harus pakai fasilitas tembok maka butuh waktu yang lama. Memang kita bentuk ruangan pakai sekat dengan triplek, dan itu dilakukan di tempat karantina SMP Negeri 1 Sanana, bahkan di Aula Kantor Bupati Kepsul, karena itu dapat mempercepat waktu,” tutur Makmur saat diwawancarai Haliyora, Senin (26/10/20).

Lanjutnya, ruangan dinding triplek tersebut dibangun dengan tujuannya untuk screening pasien Covid-19, supaya tidak tergabung dengan pasien umum lainnya.

“Sambil kita persiapkan gedung isolasi. Dan gedung isolasi sekarang sudah selesai pembangunannya, kemudian gedung laboratorium sementara dalam proses membangun,”

Makmur bilang, Komisi III DPRD Sula tidak harus menyentil sampai ke tingkat biaya pembangunannya.

“Mereka (Komisi III DPRD Kepsul) hanya mempunyai fungsi melihat fisik bangunan dan waktu kontrak kerja pembangunan, tetapi tidak bisa melihat RAB. Kita yang membangun juga ingin pembangunan cepat selesai, tetapi pekerjaan ini juga sesuai dengan kontrak,”tegasnya.

Terkait dengan anggaran yang berkisar Rp 12 miliar yang dialokasikan untuk anggaran covid-19 di RSUD, menurut Makmur sudah dipakai pembelanjaan sejumlah kegiatan.

“Mulai dari pembelanjaan alat pelindung diri (APD), alat swab tes, insentif tenaga kerja, bangun ruangan laboratorium, bangun ruangan isolasi, serta obat-obatan. Dan sekarang progres realisasi anggaran sudah mencapai 80%,”terangnya. (AT-2)

Pos terkait