Bobong, Haliyora
Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Pulau Taliabu MS-SM melanjutkan kampanye di desa Tanjung Una, Kecamatan Taliabu Utara, pada Rabu (21/10/2020). Tiba di desa itu lepas magrib, ratusan warga sudah menanti. Menggunakan obor sebagai penerangan, masyarakat setempat berkumpul di pesisir pantai menjemput MS-SM. Ini karena Desa Tanjung Una memang belum ada fasilitas listrik.
Meski hanya dengan menggunakan obor sebagai penerang, semangat dan antusias warga tidak kendur. Bahkan di tengah cahaya obor itu, mereka menyambut kedatangan pasangan MS-SM dengan tarian tradisional setempat.
Teriakan nomor 1 Bupati Pulau Taliabu dari warga tak henti menggema mengiringi langkah MS-SM menuju lokasi kampanye.
Nyala lampu obor seolah mengekspresikan semangat warga mendukung paslon MS-SM menyala-nyala, sekaligus mengandung pesan agar pemerintah baru Pulau Taliabu ke depan di bawah pimpinan pasangan MS-SM harus menyediakan fasilitas listrik di wilayah itu untuk membuktikan jargon “Taliabu Untuk Semua” yang diusung pasangan itu.
Kordinator penjemputan, Asrudin, mengaku konsep penjemputan ini sengaja dilakukan kepada MS-SM, sebab ia dan warga desa setempat yakin jika MS-SM terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati maka pemerataan di semua sisi akan terpenuhi.
Asrudin menuturkan, selama ini Kabupaten Pulau Taliabu khususnya di kecamatan Taliabu Utara masih dalam kegelapan.
“Makanya tadi kami adakan penjemputan pake obor, agar calon bupati dan calon wakil bupati tau dan peduli terhadap kondisi di Tanjung Una. Tapi kami yakin kalau MS-SM jadi bupati dan wakil bupati maka akan terjadi pemerataan pembangunan pada semua sektor, termasuk fasilitas listrik. Pokoknya, pasti membawa perubahan besar yang lebih baik,”ujar Asrudin optimis, Rabu (21/10/2020).
Asrudin juga menjelaskan, tarian tradisional Taliabu dan Buton (Cakalele dan silat) yang disuguhkan saat penjemputan paslon MS-SM bukan sebuah kebetulan, tetapi mengandung pesan agar ke depan pemerintah daerah harus melestarikan adat dan budaya lokal.
“Tadi itu juga bisa dilihat, ada tarian cakalele sebagai tarian adat orang Taliabu dan tarian silat dari Buton, itu sebagai simbol atau pesan bahwa adat dan budaya perlu dilestarikan,”imbuhnya.
Asrudin optimis Paslon nomor urut 1 MS-SM bakal mendulang suara 75 persen suara di desa Tanjung Una.
“Saya sangat optimis, MS-SM akan dapat suara mayoritas di Tanjuang Una, dan itu di angka 75 persen,”kata Asrudin percaya diri.
Kata Asrudin, dirinya optimis MS-SM bakal menang mutlak di Desa Tanjung Una lantaran mayoritas warga tidak percaya lagi kepada paslon nomor urut dua Aliong Mus-Ramli akibat janji mereka pada pilkada 2015 saat berkampanye sampai hari ini tidak terealisasi.
“Janji Aliong Mus saat berkampanye pada pilkada 2015 di tanjung Una ini, katanya bila dia terpilih, maka Tanjung Una akan dijadikan sebagai kecamatan, menghadirkan pasar desa, namun sampai saat ini tidak terealisasi, sehingga masyarakat disini tidak percaya janji-janji palsu lagi dan mereka semua akan beralih ke MS-SM,”Tutupnya. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!