Ombak Disertai Angin Hantam Rumah Warga dan Pelabuhan Cinta di Morotai

Morotai, Haliyora

Setiap tahun warga desa Yayasan, kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai selalu mendapat tamu tak diundang. Kedatangan tamu itu selalu membuat panik warga setempat.

Tamu tersebut berupa angin kencang disertai ombak besar, sehingga warga yang bermukim di bibir pantai terancam. Apalagi waktu air laut pasang.Yang paling parah menerima dampak angin dan ombak itu adalah warga RT-01.

Seperti terjadi, pada Sabtu (17/10/2020) di komplek RT-01, saat air luat pasang, angin bertiup kencang disertai ombak dan gelombang, mengakibatkan belasan rumah warga di kompleks liang RT-01, Desa Yasasan itu digenangi air laut. Dimasuki tamu tahunan yan kehadirannya tidak diharapkan itu menbuat warga panik.

Pantauan wartawan Haliyora di Morotai, tercatat ada 13 rumah warga tegenang luapan air laut.

Maswandi Sidarima, warga Desa Yayasan menuturkan, air pasang disertai angin kencang dan ombak besar mengakibatkan 13 rumah warga terendam air. Itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIT. Warga panik dan berusaha mengamankan barang-barang milik mereka.

Muswandi menjelasakan, peristiwa seperti itu setiap tahun menimpa warga setempat yang bertempat tinggal dekat pantai. Menurutnya, untuk kali ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Kata Muswandi, tahun sebelumnya air laut yang menggenangi rumah penduduk setinggi lutut orang dewasa menyebabkan kerusakan barang-barang mereka.

BACA JUGA  SPBU Sri Dewi Jaya Morotai Dijatuhi Sanksi dari Pertamina

“Air laut naik dan masuk ke rumah warga itu sudah menjadi langganan setiap tahun, saat air laut pasang disertai angin dan ombak. Kali ini kita liat air yang masuk ke rumah warga tadi sekitar pukul 17.30, tapi tidak separah tahun-tahun lalu. Kalau tahun lalu airnya sampe setinggi lutut orang dewasa dan merusak barang-barang mereka. Makanya tadi warga terlihat panik dan sibuk mengamankan barang-barangnya, takut air masuk tambah banya,”cerita Muswandi, Sabtu (17/10/2020).

Ia berharap ada perhatian khusus pihak Pemerintah Daerah agar musibah musiman itu tidak terjadi lagi ke depan.

“Saya dan semua warga di sini berharap pemda Morotai memberi perhatian khusus untuk mengatasi musibah musiman ini, agar warga yang bermukim di bibir pantai merasa aman dari ancaman,”harapnya.

Muswandi menambahkan, waktu kejadian terlihat dua orang dari Basarnas memantau langsung kejadian.

BACA JUGA  Peradin Malut Minta Tersangka Kasus Nautika Ditahan

“Kita lia tadi ada dua orang dari Basarnas datang memantau, mudah-mudahan ada perhatian,”imbuhnya.

Bukan hanya di desa Yayasan yang terkena sapuan ombak, beberapa titik di Daruba, ibukota Kabupaten Morotai juga rumah warga digenangi air laut.

Pelabuhan Cinta di Morotai

Pantauan Haliyora di desa Daruba Pante pada Minggu (18/10/2020) terlihat masih ada sisa-sisa banjir di rumah warga. Bahkan beberapa bagian Pelabuhan Pelangi (Pelabuhan Cinta) di Taman Wisata Morotai terlihat ambruk yang menurut keterangan warga diakibatkan hantaman ombak pada Sabtu sore itu.

Venus, salah satu saksi mata menuturkan, sekitar pukul 20.00 ia berada di area pelabuhan cinta. Ia menyaksikan sendiri ombak besar menghantam badan jembatan sehingga beberapa bagian jembatan ambruk.

Sepengetahuan Venus, anging kencang disertai ombak besar mulai terjadi sejak sore hingga malam hari.

“Angin kencang dengan ombak besar itu mulai kamarin sore sampe tadi malam. Makanya saya mau pulang ke kampong me tara jadi, akhirnya saya putuskan menginap di rumah keluarga,”tambah Venus. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah