Tradisi ‘Pangaji’, Warisan Kesultanan Ternate Yang Akan Dibangkitkan YT-ADA

Ternate, Haliyora

Calon Wali Kota Ternate Mohammad Yamin Tawary bertekad membangkitkan nilai budaya Ternate yakni pangaji atau biasa disebut TPQ di setiap kelurahan.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Yamin bersama Calon Wakil Walikota Abdullah Taher saat berkampanye di Kelurahan Dufa-dufa, Ternate Utara, Kamis (01/10/20).

Bekas Anggota DPR RI ini menjelaskan, pangaji merupakan tempat belajar mengaji bagi anak-anak di Ternate, maupun wilayah lain di Maluku Utara.

Sebutan pangaji sendiri, muncul pertama kali di zaman Sultan Muhammad Zabir Sjah memimpin. Sebagai salah satu gerakan siar Islam di Ternate.

“Kalau saya tidak salah. Pangaji ini merupakan peninggalan gerakan siar Islam di zaman Sultan M. Zabir Sjah. Kalau saya salah mohon dikoreksi para sejarawan,” pintanya.

Alumni IAIN Ternate itu menambahkan, guru di dalam pangaji disebut dengan kalifah. Dimana Kalifah, berperan selain mengajarkan anak-anak mengaji juga mengajarkan nilai-nilai keislaman.

“Sayangnya di zaman sekarang pangaji sudah tidak lagi ditemukan. Mungkin tersisa di Hiri,” katanya.

Mengapa Pangaji, sambung Yamin, karena ini adalah identitas masyarakat Ternate, dimana nilai adat yang bersumber dari agama dan kitab Allah. Pangaji kata dia, akan dibangun di setiap kelurahan dan kalifahnya akan di beri insentif.

“Konsep pembelajarannya juga akan diatur atau punya kurikulum. Tapi bukan berarti, kegiatan keagamaan di sekolah leguler dihapus. Tidak, tapi lebih diperkuat,” terangnya.

Pangaji, lanjut Yamin, menjadi gerakan baru membangkitkan generasi untuk cinta Alquran, memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

“Kenapa ini saya dan pak Abdullah anggap penting. Karena di tengah pengaruh kemajuan teknologi yang begitu pesat, secara tidak sadar mengikis nilai kultur itu sendiri. Karena itu Ternate harus punya identitas yang bersumber dari nilai adat Ternate itu sendiri,” tandasnya. (Pr)

Pos terkait