Banjir Datang, Warga Linggua Halbar Mengungsi Tanpa Bantuan

Puluhan Rumah di Desa Linggua Kecamatan Loloda Terendam Banjir

Halbar, Haliyora

Akibat curah hujan yang kian tinggi, puluhan rumah di Desa Linggua Kecamatan Loloda terendam banjir. Apalagi memasuki musim penghujan saat ini. Hal ini membuat sebagian warga terpaksa harus mengungsi di Gereja lantaran rumah mereka terendam air yang meluap dari bantaran sungai dan meluber hingga ke pemukiman warga. Bahkan, rumah salah satu warga yang bernama Alex Tonjao, tertimbun lonsor.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana pengakuan Kades Linggua, Joni Bobane yang dikonfirmasi wartawan, Senin (28/9) mengatakan, berdasarkan data yang dikantongi Pemdes, terdapat lebih kurang 58 rumah milik warga yang terendam banjir, serta satu rumah milik warga yang tertimbun longsor sejak Rabu 23/9 lalu.

Selain itu, kata Joni, mesin lampu milik Desa juga mengalami keruskan akibat terendam air setinggi paha orang dewasa, serta satu unit mesin laut 40 PK juga mengalami kerusakan.

Menurut Joni, hujan berlangsung sejak Pukul 14:00 Wit hingga pagi hari sehingga air dari gunung dan air laut juga meluber masuk ke pemukiman. Peristiwa ini diakui Joni sudah berulang kali terjadi.

Kejadian yang menimpa warga itu telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berjanji akan turun ke lapangan. Namun sayangnya, sambung Joni, belum juga ada bantuan dari pemerintah bagi warga setempat.

“Beberapa hari kemarin saya juga sudah melaporkan ke Pemda, agar diberikan bantuan terutama mesin lampu desa yang mengalami keruskan, mengingat kondisi kampung juga gelap-gulita akibat tidak ada penerangan lampu desa,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) A. Ishak mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui terjadinya banjir di Loloda, namun belum dapat segera turun ke lokasi tersebut akibat terbatasnya anggaran.

” Yang jelas, kalau ada anggaran kita tetap bantu masyarakat yang mendapat musibah,” terang Ishak kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (28/09).

Ia juga berharap agar masyarakat Halmahera Barat tidak hanya terlena dengan Covid-19, tapi juga waspada terhadap banjir. Jika di lingkungan warga terdapat ‘barangka’, diharapkan masyarakat tidak membuang sampah di tempat tersebut.

Kedepan, ujar Ishak, pihaknya akan menyusun program bersama Dinas PU. “Artinya banjir ini bukan hanya tanggung jawab BPBD tapi juga dari PU untuk bertangungjawab sama-sama,” pungkasnya. (Riko-Pr)

Pos terkait