Impian Pupus karena IPI, Ini Penjelasan UNKHAIR

Ternate, Haliyora

Calon Mahasiswa Baru yang lulus tes lewat jalur Mandiri di Universitas Khairun Ternate diwajibkan membayar Uang Iuran Pengembangan Institusi (IPI) jutaan rupiah.

Bacaan Lainnya

Disebutkan, besaran uang IPI setiap fakultas berbeda. Untuk Fakulatas Ekonomi setiap mahasiswa baru, dikenakan IPI sebesar Rp 5 juta, Fakultas Tekhnik di angka Rp 3-5 juta sesuai Program Studi (Prodi), sedangkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dipatok Rp 3 juta per mahasisw.

Uang IPI itu tidak berlaku bagi mahasiswa baru kategori Kelompok 1,2,3, serta mahasiswa baru jalur seleksi Nasional (SNMPTN dan SBMPTN).

Hal itu disampaikan Humas Universitas Khairun Ternate, Suratin Hasan, saat di konfirmasi Haliyora.id di ruang kerja, Sabtu (26/9/2020)

Namun tingginya uang IPI atau SPI ditambah dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) membuat beberapa mahasiswa terpaksa mengundurkan diri serta memaksa sebagian orang tua mahasiswa berhutang.

Seperti contoh kasus dimana salah satu calon mahasiwa Unkhair Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Matematika Kataegori III (K3) yang enggan disebutkan namnaya, terpaksa mengundurkan diri lantaran dirinya dan orang tuanya tak mampu menanggung beban UKT dan SPI sebesar Rp 4.640.000 yang terdiri dari biaya UKT sebesar Rp 1.640.000 ditambah uang SPI sebesar Rp 3.000.000.

Mahasiswa yang orang tuanya hanya berprofesi petani tersebut terpaksa mengubur impiannya untuk menimba ilmu di Unkhair dan berencana mengikuti kursus computer.

Sementara pada kasus lain juga menimpa mahasiswa berinisial N. Ia mengaku penghasilan orang tuanya pas-pasan karena Covid-19 itu terpaksa berhutang cukup besar untuk mewujudkan cita-citanya menimba ilmu di Fakultas Ekonomi Unkhair Ternate.

Kata N, setelah lulus seleksi masuk jalur mandiri ia diharuskan membayar SPI sebesar Rp 6 juta ditambah UKT sebesar Rp 1 juta lebih sehingga total sekitar Rp 7 juta lebih.

Terkait dengan ini, Suratin menjelaskan IPI tersebut dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Universitas Khairun, dan menunjang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga diperlukan pembayaran berupa Iuran/Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Tes Masuk Jalur Mandiri.

Tentang IPI, kata Suratin, itu Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 pasal 76 ayat (3 tentang Pendidikan Tinggi).

Dalam Undang-Undang itu disebutkan, ‘Perguruan Tinggi atau penyelenggara Perguruan Tinggi menerima pembayaran yang ikut ditanggung oleh mahasiswa untuk membiayai studinya sesuai dengan kemampuan mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak yang membiayainya.

Selain UU Nomor 12 Tahun 2012, pada Pasal 10 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional

Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan, ‘Perguruan Tinggi Negeri dapat memungut iuran pengembangan institusi sebagai pungutan dan/atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa program diploma dan program sarjana bagi mahasiswa yang masuk melalui seleksi mandiri’.

Lanjut Suratin, penerapan IPI juga mengacu pada Pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri.

“jalur penerimaan mahasiswa baru program sarjana, yang dilakukan melalui seleksi lainnya (mandiri), Dalam Permendigbud itu pihak pimpinan perguruan tinggi, dalam hal ini Rektor dapat menetapkan IPI, termasuk di dalamnya menentukan besaran besaran SPI calon mahasiswa,”jelasnya.

Dijelaskan Suratin bahwa Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) adalah iuran yang dikenakan kepada mahasiswa/orangtua mahasiswa/wali mahasiswa Jalur Mandiri dengan besaran yang telah ditetapkan Rektor Universitas Khairun.

“Jadi mengacu kepada atura-aturan diatas, maka Rektor mengeluarkan SK Nomor: 215/UN44/KU.10/2020 tentang Penetapan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Tes Jalur Penerimaan Seleksi Lainnya (Mandiri) Universitas Khairun Tahun 2020 yang telah dicabut dan diganti dengan Keputusan Rektor Nomor 231/UN44/KU.10/2020 tentang Penetapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) Mahasiswa Baru Jalur Penerimaan Seleksi Mandiri Universitas Khairun Tahun 2020,”terangnya.

Suratin menuturkan, UKT dan Iuran/SPI ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan institusi, serta peningkatan mutu pengembangan pendidikan dan pelayanan di lingkungan Universitas Khairun, sebab dalam pembangunan dan pengembangan institusi dirasa perlu melibatkan partisipasi dari masyarakat, dalam hal ini orang tua mahasiswa baru jalur Mandiri.

“Jadi harus dipahami bahwa pembiayaan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat,”imbuhnya.

Katanya, salah satu tujuan diberlakukan Iuran/SPI itu diharapkan agar lulusan SMA/MA/SMK yang mau melanjutkan studi ke jenjang S1, khususnya Universitas Khairun, lebih memilih mengikuti seleksi jalur nasional atau SNMPTN dan SBMPTN. “Karena lulusan seleksi jalur nasional tidak dikenakan pembayaran IPI,” terangnya.

Meski demikian, mahasiswa baru lulusan seleksi jalur Mandiri yang merasa keberatan atas beban yang ditanggung dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh penundaan, penurunan, atau pembayaran uang SPI secara angsuran.

“Surat Permohonan disampaikan melalui laman http://pukt.unkhair.ac.id dengan melampirkan data berupa, Surat Permohonan, Kartu Keluarga, Foto Rumah serta rekening listrik, Surat Keterangan Pemrintah Desa/Kelurahan atau Surat Pernyataan dari RT/RW/ dan dua orang tetangga terdekat dengan rumah;

Ditambahkan Suratin, tata cara penyampaian permohonan bisa dengan membaca panduan P-UKT yang ada pada laman http://pukt.unkhair.ac.id,” tutup Suratin. (Sam-1)

Pos terkait