Pemda Halsel Bangun Pusat Perbelanjaan, Seluruh Pedagang Bakal Ditertibkan

  • Whatsapp

Halsel, Haliyora.com

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus berupaya menata pembangunan di kawasan Kota Bacan agar lebih terarah. Setelah jalan pantai dari Desa Labuha sampai Desa Panambuang ditata rapi, kini Pemda Halsel juga membangun Pasar Modern yang dinamakan Pasar Saruma Central Bussiness (SCBD).

Bacaan Lainnya

Pasar yang terletak di Desa Tuokona Kecamatan Bacan Selatan ini nantinya dijadikan sebagai kawasan bisnis terpadu di Kabupaten Halmahera Selatan. Di kawasan ini, Pemda Halsel akan menyediakan berbagai fasilitas bisnis. Ini dilakukan untuk mewujudkan mimpi besar Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, yang berkeinginan merubah Halsel menjadi lebih baik dalam masa kepemimpinannnya.

Hal ini disampaikan Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe, saat dihubungi Haliyora.com via telepon pada Senin, 14 September 2020.

“Pusat ekonomi yang dibangun di Desa Tuokona, Kecamatan Bacan Selatan itu akan dipatenkan sebagai pusat kawasan perbelanjaan masyarakat di Halmahera Selatan,” ungkap Helmi.

Senada dengannya, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Nur, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa SCBD akan dipatenkan sebagai kawasan bisnis di Halsel. Dan saat ini diupayakan agar seluruh pedagang yang masih tersebar di beberapa titik penjualan sebelumnya, diarahkan masuk ke area SCBD.

Terkait dengan hal ini, menurut kadis, masih ada beberapa kendala di lapangan, terutama para pedagang yang sebagian masih enggan pindah tempat, karena merasa nyaman dengan tempat sebelumnya. Olehnya itu, lanjut kadis, para pedagang tersebut tetap akan didatangi secara persuasif dan diberikan pemahaman yang baik agar bisa diarahkan semuanya ke SCBD.

“Memang ada satu dua pedagang yang masih bertahan, tapi kita tetap berikan pemahaman, bahwa di pasar SCBD juga lebih leluasa berdagang karena hampir semua fasilitas disiapkan, dan masyarakat Halsel ke depan beraktifitas di kawasan itu untuk berbelanja,” tutur Muhammad Nur.

Terkait kendala yang di hadapi, Muhammad Nur membeberkan bahwa saat pertama kali aktifitas Pasar SCBD dibuka, para pengunjung mulai ramai berdatangan, para pedagang baik Barito (Bawang, rica, tomat red) mendapatkan hasil yang memuaskan. Kurang lebih seminggu beraktifitas, Pasar milik BUMDes Desa Labuha juga dibuka, pembeli mulai berkurang di Pasar SCBD, dan pendapatan pedagang mulai turun, sejak saat itu para pedagang mulai protes.

“Jadi sejak dibukanya pasar labuha itu, padagang di pasar SCBD mulai mengeluh dan protes karena dagangannya kurang laku karena sepi pembeli,” beber kadis.

Menurutnya, sarana transportasi ke pasar Tuokona belum lancar, sehingga pembeli lebih memilih ke pasar Labuha dan berdampak pada kurangnya pengunjung ke Pasar SCBD.

“ Sebagian masyarakat yang berada di Labuha dan sekitarnya lebih memilih ke pasar Labuha karena biaya transportasi yang kecil ketimbang ke Tuokona,”jelasnya

Olehnya itu ia berharap, rekan-rekan di Dinas Perhubungan, Perijinan dan Tata Ruang juga perlu dilibatkan memberikan edukasi dan penataan secara baik, sehingga aspirasi para pedagang di Pasar Tuokona bisa ditindaklanjuti, dan seluruh pedagang kembali beraktfitas di Pasar SCBD. Menurutnya juga, pasar yang dibangun BUMDes Desa Labuha itu tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga pedagang yang beraktifitas di pasar tersebut sudah seharusnya ditertibkan.

“Memang pasar Labuha itu tidak memiliki IMB, jadi mau tidak mau akan ditertibkan, dan seluruh pedagang di pasar itu akan diarahkan ke Pasar SCBD Desa Tuokona,”ungkap Kadis.

Terkai dengan izin pasar Labuha, Sekda Halsel, Helmi Surya Batutihe juga menuturkan hal yang sama. Ia menyebut pasar BUMDes itu ilegal karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu juga, izin lingkungan berupa UKL dan UPL juga tidak memenuhi aspek sanitasi kesehatan. Olehnya itu katanya, sehari dua seluruh pedagang akan ditertibkan termasuk pedagang yang kembali berjualan di Pasar Tembal.

“Pasar Desa Labuha itu ilegal karena membangun tanpa IMB dan juga tidak memiliki ijin lingkungan (UKL-UPL) dan tidak memenuhi aspek sanitasi kesehatan, pasar tembal juga sehari dua Pemda bongkar dan pedagangnya akan dialihkan ke pasar Tuokona,” tandasnya.(Asbar_dr)

Pos terkait