DPRD Kota Ternate Evaluasi KUA-PPAS APBD Perubahan 2020

  • Whatsapp
Muhajirin Baillusy Ketua DPRD Kota Ternate (foto: Istimewa/Google.com)

Ternate, Haliyora.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Ternate menggelar rapat untuk mengevaluasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi 1, 2 dan 3 dengan mitra kerja terkait APBD dan KUA-PPAS perubahan tahun 2020. Rapat evalusi dilaksanakan pada, Sabtu (12/09/2020) di Kantor DPRD Ternate.

Bacaan Lainnya

Usai rapat Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailusy menyampaikan kepada awak media bahwa rapat evaluasi tersebut untuk melihat Daftar Infentarisasi Masalah (DIM) saat RDP antara komisi DPRD dan beberapa OPD.

“Kita hanya lihat DIM-nya, apa-apa yang mau ditambah atau dikurangi,”jelas Muhajirin.

Katanya, ada beberapa kegiatan yang muncul di KUA-PPAS Perubahan dan diakomudir di APBD induk, karena terkait kegiatan yang bersumber dari dana refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Ada beberapa kegiatan yang dananya bersumber dari refocusing anggaran, seperti dinas Dikjar, PUPR, Dinkes dan sejumlah SKPD lain kita masukkan ke APBD Perubahan 2020 atas usulan SKPD tersebut.

Lanjut Muhajirin, kegiatan-kegiatan yang diusulkan SKPD dan sudah dimasukkan ke APBD Perubahan tersebut nantinya disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD untuk dibahas lebih mendalam dan detail.

“Nanti Badan Anggaran melakukan pembahasan secara detail kemudian memastikan DIM itu dikomodir atau tidak,”jelasnya.

Dan hal itu akan ditindaklanjuti di badan anggaran, karena tadi hanya disampaikan di badan anggaran dan secara detail akan dibahas.

Menurut Muhajirin, Pergeseran belanja dan program dari satu kegiatan ke kegiatan lain harus dilihat dari urgensinya serta ketersediaan anggaran. Meski ada usulan dari Pemkot melalui SKPD untuk tambahan kegiatan disertai tambahan anggaran, sambung Muhajirin, tetapi kalau akan menimbulkan devisit di atas satu miliar, maka harus dianalisa, apakah dalam waktu singkat dapat diselesaikan atau tidak.

“Ini yang akan dikaji lebih detail oleh Badan Anggaran, sabab dari awal Pemkot menyampaikan keterbatasan anggaran karena keadaan Covid-19, lantas apa maksudnya mau tambah program dan anggaran ?,”ujar Muhajirin bernada tanya.

Olehnya, kata Muhajirin, pimpinan dan seluruh anggota DPRD sepakat bahwa seluruh kegiatan yang nilainya besar difokuskan di tahun 2021 atau masuk APBD Induk 2021. Adapun program-program pemberdayaan lainnya juga akan dilihat urgensinya.

“Yang menjadi fokus kita di tahun 2021 adalah bidang Ekonomi, Kesehatan, dan Jaring Pengaman Sosial, dan untuk beberapa SKPD akan kita lihat program mereka di KUA-PPAS, apakah sinkron apa tidak. Bappeda Kota Juga harus sinkronkan program kota dengan Program nasional dari Bappenas, karena nanti kita akan menuju pada satu kondisi di mana kepentingan kita adalah perbaikan ekonomi, tumbunya ekonomi kecil, itu yang menjadi sasaran”, ujarnya. (Sam_1)

Pos terkait