Hujan Deras Hantam Halut, Ruas Jalan Tobelo-Galela Lumpuh

  • Whatsapp
Hujan Deras Mengakibakan Banjir, Ruas Jalan Tobelo-Galela Lumpuh (foto: Arafik/Haliyora.com)

Tobelo, Haliyora.com

Hujan deras yang melanda Kabupaten Halmahera Utara (Halut) malam tadi berakibat terjadinya banjir di sejumlah titik.

Bacaan Lainnya

Amatan Haliyora.com, pada rabu (9/9), akses Tobelo, ibu kota Halut menuju Galela tak bisa dilewati, karena meluapnya air ke jalan disertai material lumpur, diakibatkan oleh derasnya hujan yang berlangsung kurang lebih enam jam.

Selain ruas jalan Tobelo-Galela, jalan di desa mamuya Kecamatan Galela dan Desa Luari pun tak bisa dilewati karena jalanan dipenuhi tumpukan kayu dan lumpur. Bahkan salah satu desa yakni desa ruko kecamatan Tobelo Utara, lima rumah warga terendam air.

Rumah Warga Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Kepala Desa Mamuya Kecamatan Galela, Budiman Djoma saat dikonfirmasi Haliyora.com pada rabu (9/9) mengaku bahwa banjir di desa Mamuya sudah berulangkali terjadi. Menurutnya, ini diakibatkan jebolnya air dari kali mati ke saluran dan meluap ke jalan.

“ada kali mati di tengah perkampungan, ketika hujan deras, air meluap sampai ke jalan disertai lumpur dan bebatuan, akhirnya jalan dipenuhi bebatuan dan lumpur, hingga terjadi kemacetan,” ungkap Kades.

Kades menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemda Halut, dan dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan untuk dilakukan penanganan berupa normalisasi jalur kali mati

“kami bersama pemda sudah bersepakat, akan berkoordinasi dengan balai sungai dan balai jalan, karena status jalannya provinsi,” tuturnya.

Lumpur Berhamburan di Ruas Jalan

Sementara, di tiga titik lainnya yang terkena banjir yakni di desa Luari dan desa Ruko kecamatan Tobelo Utara, warga berinisiatif melakukan pembersihan jalan dari lumpur dan tumpukan kayu yang menutupi akses jalan Tobelo-Galela.

“tiga titik banjir di dua desa, warga sekitarnya turut serta gotong royong bersama membersihkan material lumpur di jalanan, karena pemda lambat dalam penanganannya,” ungkap Yano Tidore, salah satu tokoh pemuda Desa Ruko.

Harapan warga ke Pemerintah daerah, segeralah berkoordinasi ke pihak terkait untuk dilkukan penanganan terutama pembuatan jembatan di ruas jalan Tobelo-Galela, sehingga saat terjadi banjir tidak lagi menggangu aktifitas warga.

“kami berharap, pemda segera berkoordinasi ke balai jalan, dan balai sungai agar hal seperti ini tak lagi terjadi,” harap warga setempat. (Fik_Dr)

Pos terkait