Dimasa Pandemi, Pedagang Pakaian di Pasar Gamalama Menjerit Dicekik Pajak

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Dampak wabah Covid-19 mengakibatkan turunnya Pendapatan pedagang pakaian di pasar Gamalama, Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kota Ternate. Turunnya pendapatan itu semakin diperparah dengan adanya penarikkan Pajak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate yang dianggap mencekik para pedagang.

Bacaan Lainnya

Arif, salah satu pedagang pakaian di pasar Gamalama saat ditemuai Haliyora.com di kios pakaiannya, Rabu (9/9), mengatakan bahwa selama 4 bulan terakhir ini, pendapatan mereka semakin menurun. Sementara mereka harus membayar pajak sebesar 675.000 rupiah perbulan kepada Pemkot Ternate.

Pedagang pakaian yang telah berusia setengah abad ini mengeluhkan, bahwa pajak yang ditarik Pemkot perbulannya dirasakan cukup tinggi, jika dilihat dari pemdapatan mereka dimasa Covid-19. Harusnya, Pemkot lebih bijak untuk menurunkan besaran pajak perbulannya.

“Dalam satu minggu kadang satu atau dua hari baru dapat uang paling banyak 100.000 rupiah, ini karena orang kurang sekali datang untuk belanja. Akhirnya kita sudah menunggak pajak selama 4 bulan,” akunya.

Keluhan yang sama disampaikan Atin, yang juga salah satu pedagang pakaian di Pasar Gamalama. Perempuan berusia 41 Tahun ini mengeluhkan besarnya pajak yang ditarik dari para pedagang di masa Covid-19.

“Tunggakan suda masuk 4 bulan ini saja belum kita bayar semua, selain itu belum lagi anak kami yang saat ini kuliah di kampus Unkhair saja belum kita bayar uang semesternya, karena memang tidak ada pemasukan,” tuturnya.

Kata Atin, selama pandemi Covid-19, tokonya lebih banyak tutup, dan nanti dibuka menjelang sore hari. Itu dilakukan karena tidak ada pembeli yang datang berbelanja.

“mungkin karena pembeli takut dengan virus, atau karena virus jadi dorang punya uang suda habis”,ujarnya.

Mereka mengaku sudah pernah melayangkan permohonan ke Pemkot Ternate lewat BP2RD, agar memberi keringanan pajak kepada pedagang selama Covid-19. Akan tetapi permohonan mereka tidak menghasilkan apa-apa.

“kami harap kepada Pemkot Ternate untuk memberikan keringanan,” pintanya. (Riko_2)

Pos terkait