Terkait Pernyataan Husni Bopeng, PDIP: Dia Kurang Baca

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Pernyataan Husni Bopeng dalam orasi politiknya dianggap menyudutkan kaum perempuan. Bahkan, hal itu adalah bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan lainnya yang ikut bertarung dalam kontestasi politik di Kota Ternate.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, penyataan anggota DPRD Provinsi Malut dari Partai Nasdem itu, ditujukan kepada salah seorang kontestan perempuan Calon Walikota Ternate yang ikut bertarung pada Pilkwako Desember mendatang.

Husni menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela acara penjemputan Calon Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, Minggu (30/8).

“Kota Ternate ini harus dipimpin seorang laki-laki, itu sebabnya walaupun sudah menjadi ketua partai dan membesarkan partai, saya hanya di dewan saja, dan merelakan Tauhid yang maju.”, kata Husni dalam orasi politiknya.

Menanggapi pernyataan Husni Bopeng, Ketua Bappilu PDI-Perjuangan Maluku Utara angkat bicara. Irfan Hasanudin, saat dikonfirmasi Haliyora.com mempertanyakan pernyataan Husni Bopeng. Irfan bahkan menuduh Husni Bopeng kurang membaca.

“Kalo dia (Husni Bopeng) belum siap ya bilang saja belum siap, bukan karena Walikota harus dipimpin laki-laki. Apa dasarnya?” tandas Irfan.

Irfan melontarkan kritik kepada Husni Bopeng lantaran ia menganggap narasi politik yang disampaikan tidak rasional. “Itu bahasa zaman kegelapan, buka mata dan baca masa lalu dan masa depan,” cetus Irfan.

Ia menambahkan, kepemimpinan perempuan dan laki-laki sudah selesai dibahas tuntas. Sekarang, lanjut Irfan, saatnya bicara bagaimana kemajuan suatu daerah. Menurutnya, hal itu terletak pada style kepemimpinan dan program, bukan lagi pada perdebatan jenis kelamin. Sebagai perempuan harusnya Husni bangga, bisa ada di pentas politik.

“Bukan malah mengerdilkan dan mengebiri hak-hak perempuan dalam kepemimpinan politik, jadi ibu Husni harusnya baca dan bakaca baru bicara”, pungkas Irfan. (Ecal-Jae)

Pos terkait