Perwali Protokol Kesehatan Mulai Berlaku 01 September 2020

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Walikota Ternate telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 20 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin mengikuti protokol kesehatan. Perwali tersebut juga mengatur sanksi, baik perorangan, pelaku usaha dan instansi pemerintah termasuk lingkungan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti Perwali tersebut, Pemerintah Kota Ternate melakukan rapat bersama Wakapolres, dan Dandim, pada Selasa (25/08/2020) mengatur penerapan Perwali tersebut.

Rapat bersama yang digelar di kantor walikota Ternate itu disepakati Perwali 20 mulai berlaku 01 September 2020.

“Sebenarnya Perwali 20 ini sudah di keluarkan pada 19 Agustus, akan tetapi penerapanya belum ditentukan kapan. Dalam rapat tadi baru disepakati mulai berlaku (diterapkan) pada tanggal 1 September 2020,”ujar Sekot Ternate, Jusuf Sunya kepada wartawan usai rapat, Selasa (24/08/2020) di kantor walikota Ternate.

Katanya, sebelum tanggal 01 September, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga selama lima hari kedepan. “Jadi Pemkot akan mensosialisasikan Perwali ini selama lima hari ke depan sebelum tanggal 01 September,”jelasnya.

Esensi dari Perwali 20 ini kata Jusuf, sebagai pengganti Perwali 13 dan 14 yang tidak memiliki sanksi. Karena tidak ada sanksi, maka walaupun sudah hampir tiga bulan berlaku, namun Perwali 13 dan 14 tidak berefek. Tingkat kesadaran masyarakat sangat minim.

“Maka diterbitkan Perwali 20 pengganti perwali 13 dan 14 yang juga mengatur sanksi bagi pelanggar protocol kesehatan,”jelas Jusuf.

Jusuf berharap dengan diterbikannya Perwali 20 itu dapat meningkatkan displin masyarakat mengikuti protocol kesehatan demi memutus penyebaran Covid-19 di Kota Ternate, khususnya dan Maluku Utara umumunya.

“Kami berharap dengan adanya Perwali baru yang disertai sanksi tersebut akan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan warga menerapkan protocol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari, sehingga sebaran Virus Corona dapat dikendalikan,”imbuhnya.

Menurut Jusuf, jika setiap warga menerpakan pola hidup mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker ketika beraktifitas di luar rumah, menghindari kerumunan dan jaga jarak, maka ketika kembali ke rumahnya tidak berpotensi membawa Virus berbahaya itu. Jika tidak, maka klaster baru bisa saja terjadi dalam keluarga. “Jadi itulah tujuan dari Perwali 20 itu,”terang Jusuf mengakhiri. (Sam)

Pos terkait