Di Malut, dari 103 Pemegang IUP, Hanya 15 Perusahan yang Beroperasi

  • Whatsapp

Sofifi, Haliyora.com

Potensi sumberdaya tambang di Maluku Utara cukup menjanjikan. Terutama tambang nikel dan emas. Tak heran jika ada ratusan Perusahan ingin mengeruk sumber kekayaan alam itu.

Bacaan Lainnya

Tercatat Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah memberikan izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada 103 Perusahan, termasuk perusahaan dengan Penyertaan Modal Asing (PMA).

Sayangnya, sampai sekarang hanya 15 Perusahan yang beroperasi. sisanya sebanyak 88 pemegang IUP belum beroperasi.

Ketika dikonfirmasi Haliyora.com, pada Minggu (16/08/2020) terkait pemegang IUP yang tidak beroperasi, Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Maluku Utara, Hasyim Daeng Barang mengaku tidak mengetahui ihwal pemilik IUP yang tidak beroperasi itu.

“Saya kurang tau, mungkin dorang belum dapat investor atau dorang belum ada anggaran kaapa, entahlah,” ucap Hasim.

Hasim menyebutkan, diantara 15 perusahan tambang yang beroperasi itu lima diantaranya adalah perusahan (PMA).

“Antara lain; PT Adi Daya Tangguh Kabupaten Pulau Taliabu, PT IWIP Kabupaten Halmahera Tengah, PT Harita Group Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan, PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) Kabupaten Halmahera Utara dan PT Wanatiara Persada Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan,”ujar Hasim, Minggu (16/8/2020).

Ketika ditanya tentang jangkah waktu berlakunya IUP, kata Hasim, jangkah waktu pemegang IUP biasanya berlaku antara 15-25 tahun.

“Tapi 88 pemegang IUP yang tidak beroperasi belum sampai 15 tahun jadi sebenarnya izinnya masih berlaku,” terangnya.

Sayangnya, Hasyim tidak menyebut nama perusahan pemegang IUP yang belum beroperasi tersebut. (Andre)

Pos terkait